Detail Berita:
Smamda.sch.id – Kepala SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, M. Zainul Arifin, membagikan pengalaman berharga usai mengikuti kunjungan edukatif ke China bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 13 hingga 19 April 2026, dengan tujuan kota Guangzhou dan Shenzhen.
Pengalaman tersebut disampaikan dalam kegiatan briefing guru pada Senin (20/4/2026), sebagai bahan refleksi dan inspirasi untuk pengembangan pendidikan di SMAMDA Sidoarjo.
Disiplin Tinggi dan Agenda Super Padat
Selama di China, rombongan menjalani jadwal yang sangat ketat. Setiap hari, peserta harus sudah bersiap sejak pukul 07.30 waktu setempat, kemudian berangkat pukul 08.00 dan baru kembali ke hotel sekitar pukul 22.00 malam.
“Waktunya benar-benar padat. Hampir tidak ada kesempatan untuk sekadar berbelanja oleh-oleh,” ujar Zainul Arifin.
Bahkan pada hari terakhir, ketika rombongan berkesempatan mengunjungi pasar, mereka mendapati sesuatu yang berbeda dari bayangan. Tidak seperti negara lain yang identik dengan suvenir khas, pasar di sana justru didominasi produk teknologi dan elektronik.
“Yang dijual bukan gantungan kunci atau cendera mata seperti di Malaysia, tetapi lebih banyak robot dan perangkat elektronik,” imbuhnya.
Robotisasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah penggunaan teknologi robot dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk layanan restoran, hotel, hingga kebersihan.
“Di restoran sudah banyak menggunakan robot untuk pelayanan. Bahkan di hotel, pekerjaan seperti membersihkan lantai dan kaca juga dilakukan oleh robot,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa China telah melangkah jauh dalam pemanfaatan teknologi untuk efisiensi dan produktivitas.
Dunia Pendidikan: Fokus dan Tanpa Interupsi
Kunjungan ke sejumlah sekolah dan perguruan tinggi memberikan kesan mendalam. Menurut Zainul Arifin, suasana pembelajaran di kelas berlangsung sangat fokus dan disiplin.
“Guru tetap mengajar seperti biasa, tidak terganggu dengan kehadiran tamu. Murid juga tetap belajar dengan serius. Ini berbeda dengan kita yang biasanya menyambut tamu,” ungkapnya.
Selain itu, rombongan juga menyaksikan pertunjukan robot yang mampu menari, silat, sebagai bagian dari integrasi teknologi dalam pendidikan.
Sistem Digital dan Transparansi Data
Hal lain yang menjadi perhatian adalah sistem digital yang terintegrasi di berbagai sektor, termasuk sekolah dan rumah sakit. Semua aktivitas terekam secara real-time dan dapat dipantau melalui layar monitor.
“Misalnya, jika ada guru yang terlambat, langsung terlihat di sistem. Di rumah sakit juga sama, setiap pengambilan alat atau obat langsung tercatat dan stok berkurang otomatis,” jelasnya.
Sistem ini menciptakan transparansi dan kedisiplinan yang tinggi, serta memudahkan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Kunjungan Lintas Sektor: Dari Rumah Sakit hingga Sekolah
Selama di Guangzhou dan Shenzhen, rombongan melakukan berbagai kunjungan ke sejumlah institusi strategis. Di antaranya rumah sakit, perusahaan alat kesehatan (alkes), perguruan tinggi, serta tiga sekolah.
Kunjungan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kemajuan China, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga layanan kesehatan dan industri teknologi.
“Mereka mampu mengambil teknologi dari negara lain, kemudian mengembangkan dan memproduksinya dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Belajar dari China: Ambil yang Baik
Zainul Arifin menegaskan bahwa kemajuan teknologi di China tidak lepas dari kemampuan mereka dalam mengamati, memodifikasi, dan mengembangkan inovasi.
Ia pun mengajak seluruh civitas SMAMDA Sidoarjo untuk mengambil pelajaran positif dari pengalaman tersebut.
“Kita ambil yang baik dan buang yang kurang sesuai. Semangat belajar, disiplin, dan pemanfaatan teknologi inilah yang perlu kita tiru,” pesannya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan berbasis teknologi di SMAMDA Sidoarjo, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi unggul di masa depan.
Editor: Muhammad Mauludy Falaakhy