Foto bersama pemateri 10 dokter muda UWK dengan Murid Smamda Sidoarjo yang aktif dalam diskusi ketika menerima souvenir. Kamis 21/05/2026 (Dok.smamda.sch.id) Foto bersama pemateri 10 dokter muda UWK dengan Murid Smamda Sidoarjo yang aktif dalam diskusi ketika menerima souvenir. Kamis 21/05/2026 (Dok.smamda.sch.id)

Belajar Bersama Ahli, Murid Smamda Sidoarjo Pahami Risiko Seks Bebas di Usia Dini

Khusnul Isa | 21 Mei 2026

Detail Berita:

smamda.sch.id- Suasana Auditorium AR. Fakhrudin SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo pada Kamis, 21 Mei 2026 tampak penuh antusiasme. Ratusan murid kelas XI mengikuti kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas usia dini yang digelar melalui kolaborasi antara RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo bersama Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma.

Kegiatan ini menghadirkan para tenaga kesehatan dan dokter muda untuk memberikan pemahaman secara ilmiah, edukatif, dan menarik kepada para murid mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo . Ibu Retno Utari beserta Ibu Evi Diana Fitri selaku Kepala Instalasi Forensik dan Medikolegal. Kaprodi Profesi Dokter UWK. Ibu Diana Tri Ratnasari, beserta sekretarisnya Ibu Pratika Yuhyi Hemanda, serta Kepala Sekolah SMAMDA Sidoarjo M. Zainul Arifin bersama para wakil kepala sekolah dan beberapa guru pendamping. 

Dalam sambutannya, Wakil Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dr. Retno menyampaikan bahwa edukasi kesehatan mengenai bahaya seks bebas pada usia dini sangat penting diberikan di lingkungan sekolah. Menurutnya, remaja saat ini harus dibekali ilmu kesehatan reproduksi yang benar agar mampu menjaga diri dari pengaruh pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.

“Anak-anak sekarang harus memahami bahwa menjaga diri bukan hanya diperintahkan dalam agama, tetapi juga penting dalam ilmu kesehatan. Agama mengajarkan kita menjaga kehormatan diri, sedangkan ilmu kesehatan menjelaskan dampak dan bahaya yang bisa terjadi apabila remaja terjerumus dalam seks bebas usia dini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara terbuka, benar, dan ilmiah agar siswa tidak mendapatkan informasi yang salah dari lingkungan maupun media sosial.

Sementara itu, Kaprodi Profesi Dokter Universitas Wijaya Kusuma Diana Tri Ratnasari menyampaikan rasa bangga dapat berkolaborasi dengan SMAMDA Sidoarjo dalam kegiatan edukatif tersebut. Ia berharap para murid dapat mengambil manfaat besar dari materi yang diberikan oleh para dokter muda.

“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Karena itu mereka harus memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi, menjaga pergaulan, serta memahami risiko penyakit yang dapat muncul akibat perilaku yang salah. Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal penting bagi murid dalam menjaga kesehatan dan masa depan mereka,” tutur Diana.
Kepala SMAMDA Sidoarjo M. Zainul Arifin juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan reproduksi sangat penting diberikan kepada generasi muda agar siswa memiliki pemahaman yang benar dan mampu menjaga diri dari pergaulan yang dapat merugikan masa depan mereka.

Materi disampaikan langsung oleh 10 dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan gaya interaktif dan mudah dipahami. Para murid diberikan penjelasan mengenai berbagai penyakit yang dapat muncul akibat seks bebas usia dini, mulai dari infeksi menular seksual, gangguan kesehatan reproduksi, hingga dampak psikologis dan sosial yang dapat terjadi pada remaja.

Tidak hanya itu, para dokter muda juga menjelaskan langkah-langkah pencegahan dan cara menjaga kesehatan reproduksi dengan baik. Penyampaian materi dikemas secara menarik melalui diskusi, simulasi, dan sesi tanya jawab sehingga membuat para murid semakin antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik dalam acara tersebut. Banyak siswa SMAMDA Sidoarjo aktif mengajukan pertanyaan seputar kesehatan reproduksi remaja dan bahaya pergaulan bebas. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara jelas dan komunikatif oleh dokter muda serta dosen pendamping yang hadir.

Salah satu murid kelas XI-4, Niken Aliya, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, banyak ilmu baru yang didapatkan mengenai kesehatan reproduksi dan berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh seks bebas.

“Belajar bersama dokter dan mahasiswa kedokteran seperti ini sangat menyenangkan. Penjelasannya mudah dipahami dan menambah wawasan kami tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta menghindari pergaulan bebas,” ungkap Niken Aliya.

Kegiatan edukasi kesehatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran murid akan pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta mempersiapkan generasi muda yang cerdas, sehat, dan berakhlak baik. Dengan kolaborasi dunia pendidikan dan dunia kesehatan, SMAMDA Sidoarjo terus berupaya memberikan pendidikan karakter sekaligus edukasi kesehatan bagi para muridnya.

editor : Muhammad Mauludy Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo