Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID — Tepuk tangan bergemuruh memenuhi Auditorium KH. AR Fachruddin saat Farah Az Zahra Asmara berdiri di hadapan ratusan hadirin dalam Tasyakuran Kelulusan Angkatan ke-47 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Kamis (14/5/2026). Dengan penuh percaya diri, murid yang diterima di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu menyampaikan pesan inspiratif tentang keberanian melanjutkan langkah, meski keberhasilan dan kegagalan silih berganti dalam kehidupan.
“Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts,” kutip Farah dari Winston Churchill yang langsung mengundang perhatian para guru, orang tua, dan seluruh lulusan angkatan ke-47.
Dengan pembawaan tenang dan penuh keyakinan, Farah mengajak seluruh lulusan Smamda untuk menjadikan kelulusan bukan sebagai garis akhir, melainkan pijakan awal menuju mimpi yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang bertumbuh untuk menemukan keberanian, pengalaman, dan jati diri.
“Selama menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, saya dan teman-teman telah mendapatkan begitu banyak pengalaman berharga,” ungkapnya.
Apresiasi untuk Orang Tua dan Guru
Farah turut menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan, doa, dan pengorbanan terbaik selama proses pendidikan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan para murid hari ini tidak lepas dari perjuangan keluarga yang selalu hadir di belakang mereka.
Tak lupa, ia memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan Smamda yang setiap hari mendampingi, membimbing, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan penuh perhatian.
“Terima kasih telah menjadi penolong pertama kami di sekolah,” tuturnya yang disambut tepuk tangan hangat para hadirin.
Murid yang diterima di Fakultas Hukum Program Studi Hukum UGM tersebut kemudian mengenang hari pertamanya sebagai murid Smamda saat mengikuti Opening Ceremony Fortasi 2023. Saat itu, ia merasa kagum melihat kakak kelas melakukan rappling sambil membawa bendera ortom Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci.
“Saat itu saya membatin, sepertinya saya berada di sekolah yang tepat. Saya harus bisa sekeren mereka,” kenangnya.
Prestasi dan Pesan Inspiratif
Pengalaman tersebut menjadi awal tumbuhnya semangat Farah untuk terus berkembang dan berani mengambil kesempatan. Menurutnya, Smamda selalu memberikan ruang bagi murid untuk mencoba hal-hal luar biasa melalui pembelajaran, organisasi, perlombaan, hingga penguatan nilai-nilai Islam.
Farah dikenal sebagai murid berprestasi dan aktif berorganisasi. Ia pernah meraih Gold Medal dan MYSO Special Award pada Indonesia International Applied Science Project Olympiad 2023, Juara 1 Lomba Debat Nasional Hima Prodi Hukum Umsida 2024, Gold Medal News Reading Olympiad VII, serta Juara 2 Lomba Debat Nasional Smaration #2 Universitas Negeri Malang.
Selain itu, Farah juga aktif sebagai Ketua Ekstrakurikuler Debat Smamda Liberty 2024–2025, Bendahara Umum Kopasmamda 2024–2025, serta Sekretaris Bidang Perkaderan PR IPM SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo 2024/2025.
“Marilah kita jadikan pencapaian hari ini sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Di mana pun kaki berpijak nanti, mari tetap berupaya menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam sebagaimana yang telah diajarkan di Smamda. Jangan pernah lupa menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan integritas dan akhlak mulia,” pesannya.
Pesan tersebut selaras dengan visi Smamda yang menanamkan karakter unggul dan berakhlak Islami kepada seluruh muridnya. Bahkan, karena berhasil menyampaikan dan menghafal visi Smamda dengan sangat baik, Farah mendapatkan hadiah khusus dari Kepala Sekolah berupa kesempatan menginap selama satu hari bersama keluarga di Hotel Dormitory Smamda.
Menjelang akhir pidatonya, suasana semakin menyentuh ketika Farah menyampaikan pesan dari salah satu guru tercinta, Bunda Vika, agar para murid selalu bersabar karena suatu hari nanti segala lelah akan menjadi lillah.
Ia pun menutup dengan pesan sederhana namun penuh makna agar seluruh lulusan selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. Menurutnya, doa dan keyakinan kepada Allah merupakan kekuatan terbesar dalam menghadapi masa depan.
Editor: Moh. Ernam