Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID - Prestasi itu lahir dari proses panjang. Dari ruang-ruang perencanaan, budaya inovasi yang terus tumbuh, hingga keberanian melakukan perubahan. Semangat itulah yang mengantarkan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kembali menorehkan prestasi nasional.
Melalui inovasi pengelolaan unit bisnis sekolah, Kepala Smamda M Zainul Arifin berhasil meraih medali emas kategori Best Practice Pengelolaan Sekolah dalam ajang Olympic Ahmad Dahlan VIII yang digelar di Makassar. Penghargaan ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan pengakuan atas transformasi Smamda dalam membangun kemandirian sekolah berbasis tata kelola profesional dan berkelanjutan.
Dengan skor 94,2, inovasi bertajuk Nilai Kebaruan dan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah menunjukkan bagaimana sekolah dapat berkembang tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pembentukan karakter.
Sekolah yang Tumbuh Bersama Zaman
Bagi Smamda Sidoarjo, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Sekolah harus mampu menjawab kebutuhan zaman, menyiapkan generasi yang mandiri, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari pemikiran tersebut lahir gagasan menjadikan sekolah sebagai ekosistem kewirausahaan. Unit bisnis tidak dipandang sekadar sumber pendapatan, tetapi sebagai bagian dari proses pendidikan yang menanamkan nilai tanggung jawab, amanah, kreativitas, dan kemandirian.
Di lingkungan sekolah, murid tidak hanya belajar teori ekonomi atau kewirausahaan di kelas. Mereka menyaksikan langsung praktik pengelolaan usaha, memahami proses manajemen, hingga melihat bagaimana sebuah sistem bisnis dijalankan secara profesional dan bernilai Islami.
Ekosistem Kewirausahaan dalam Lingkungan Sekolah
Transformasi Smamda terlihat dari berkembangnya berbagai unit usaha yang dikelola secara profesional dan terintegrasi dengan kegiatan pendidikan. Aktivitas ekonomi sekolah yang dahulu berjalan terbatas kini ditata menjadi sistem yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kantin digital, koperasi sekolah, layanan penyewaan fasilitas pendidikan, hingga asrama pelajar menjadi bagian dari ekosistem kewirausahaan sekolah. Setiap unit usaha tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan program pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
Melalui pendekatan ini, sekolah menjadi laboratorium kehidupan. Murid belajar mengambil keputusan, memahami peluang usaha, serta mengembangkan keterampilan kolaborasi dan inovasi sejak dini.
Transformasi tersebut juga membawa perubahan budaya kerja bagi guru dan karyawan. Pengelolaan unit bisnis mendorong peningkatan kompetensi manajemen, penguatan budaya kolaboratif, serta adaptasi terhadap sistem digital yang terus berkembang.
Tata Kelola Profesional Berbasis Nilai
Keberhasilan pengembangan unit bisnis di Smamda tidak terjadi secara instan. Prosesnya disusun melalui tahapan sistematis, mulai dari pemetaan potensi sumber daya dan aset, penyusunan rencana strategis, hingga penerapan standar operasional yang transparan dan akuntabel.
Seluruh pengelolaan usaha dilakukan dengan prinsip profesionalitas, nilai-nilai Islami, serta evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan dan dampaknya bagi pendidikan. Pendekatan ini memastikan aktivitas ekonomi sekolah tetap selaras dengan misi utama pendidikan dan dakwah.
Dampak Nyata bagi Warga Sekolah
Transformasi pengelolaan unit bisnis memberikan hasil yang signifikan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, unit usaha Smamda mampu menghasilkan pendapatan lebih dari Rp3,17 miliar.
Namun, dampak terbesar tidak hanya terlihat pada capaian finansial. Murid mengalami peningkatan literasi finansial, tumbuh karakter mandiri dan kreatif, serta memperoleh pengalaman kewirausahaan nyata. Sementara itu, tata kelola sekolah menjadi semakin profesional dan terstruktur.
Model pengelolaan ini bahkan mulai menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan unit bisnis berbasis nilai pendidikan dan keberlanjutan.
Pendidikan yang Memberdayakan
Prestasi di OlympicAD menjadi penanda perjalanan transformasi Smamda Sidoarjo menuju sekolah berkemajuan. Melalui integrasi pendidikan, kewirausahaan, dan penguatan karakter, Smamda terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan.
Lebih dari sekadar mencetak prestasi, Smamda membangun ekosistem pendidikan yang memberdayakan—mendidik generasi berilmu, berakhlak, dan mandiri, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat kemajuan dan kemandirian umat.
Editor: Khusnul Isa