Detail Berita:
Smamda.sch.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (ME Award) 2026 di Malang. Pada kategori Essay in English, lima murid SMAMDA berhasil melaju hingga babak final dan sukses meraih empat medali, terdiri atas dua Gold Medal dan dua Silver Medal.
Empat peraih medali tersebut adalah Lovystra Navalletsa Quinalavda dan Nizahra Dinanti Putri Natari yang berhasil meraih Gold Medal. Sementara itu, Amira Widya Candrarini dan Kanaya Altaira Isworo memperoleh Silver Medal. Mereka semua kelas Xl 1.
Kompetisi Essay in English mengangkat tema besar “The Rise of Muhammadiyah Future Leader”. Setelah melewati tahap seleksi esai, para peserta yang lolos ke babak final tidak hanya dinilai berdasarkan karya tulis, tetapi juga harus mampu mempertahankan gagasan mereka melalui sesi 5-minute Question and Answer (Q&A) di hadapan dewan juri.
Tahap final menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Mereka dituntut memahami gagasan yang ditulis secara mendalam, berpikir kritis, memberikan argumentasi yang kuat, serta mampu merespons pertanyaan secara spontan dalam bahasa Inggris.
Untuk mempersiapkan para siswa menghadapi babak final, pembinaan dilakukan secara intensif. Salah satu strategi yang digunakan adalah PREP (Point, Reason, Example, Point) untuk membantu murid menyampaikan jawaban secara terstruktur, singkat, dan meyakinkan. Para murid juga mendapatkan pembinaan dalam aspek Tone, Intonation, Pronunciation, dan Stress (TIPS) agar mampu menyampaikan gagasan dengan lebih percaya diri di hadapan juri.
Pembina murid mengatakan bahwa proses persiapan tidak hanya diarahkan untuk mengejar medali, tetapi juga membangun kemampuan murid dalam berpikir dan berkomunikasi.
“Saya selalu menekankan kepada anak-anak bahwa target utama kita bukan sekadar mendapatkan medali. Mereka harus benar-benar memahami gagasan yang mereka tulis dan mampu mempertahankannya ketika ditanya. Ketika mereka akhirnya berani berdiri di depan juri dan menyampaikan pemikirannya dengan percaya diri, bagi saya itu sudah menjadi sebuah kemenangan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kemampuan yang tidak hanya berguna dalam perlombaan, tetapi juga dalam proses pendidikan dan kehidupan mereka ke depan.
“Medali adalah bonus dari proses. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak ini tumbuh menjadi pembelajar yang berani berpikir, berani berbicara, dan berani mempertanggungjawab kan gagasannya,” imbuhnya.
Salah satu peraih Gold Medal, Lovystra Navalletsa Quinalavda, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, proses menghadapi babak final membuat dirinya belajar untuk lebih memahami gagasan sendiri sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara.
“For me, this competition was not only about winning a medal. It taught me how to understand my own ideas better, speak confidently, and stay calm when answering unexpected questions,” ungkapnya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa murid SMAMDA Sidoarjo tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan dalam critical thinking, argumentation, public speaking, dan leadership.
Keberhasilan lima murid mencapai babak final dan empat di antaranya meraih medali diharapkan menjadi motivasi bagi murid SMAMDA lainnya untuk terus berani mengikuti kompetisi, mengembangkan potensi, serta menyampaikan gagasan secara positif.
Melalui pengalaman tersebut, murid tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membawa pengalaman dan kepercayaan diri untuk terus tumbuh sebagai generasi muda Muhammadiyah yang berwawasan luas dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Editor : Khusnul Isa