Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo kembali menggelar seleksi Coding Class Program (CCP) Tahun Ajaran 2026/2027. Program unggulan ini menjadi langkah sekolah dalam menjaring murid yang memiliki minat dan potensi di bidang pemrograman, teknologi, serta kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Zainul Arifin, mengatakan Coding Class Program merupakan salah satu program unggulan sekolah yang mendukung implementasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada SMAMDA sebagai salah satu sekolah model implementasi KKA menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan adaptif.
"Coding Class Program merupakan salah satu kelas unggulan SMAMDA untuk mengembangkan potensi murid di bidang pemrograman, teknologi, dan kecerdasan artifisial," ujarnya.
Sebanyak 411 murid baru mengikuti seleksi tahap pertama pada Senin (13/7/2026). Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme murid untuk bergabung dalam kelas yang menjadi salah satu unggulan SMAMDA tersebut.
Seleksi tahap pertama menguji kemampuan penalaran dan logika sebagai fondasi dalam mempelajari pemrograman. Peserta juga mengerjakan soal pengetahuan dasar mengenai web development, Internet of Things (IoT), dan game development. Melalui tes ini, panitia memetakan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta potensi awal murid di bidang teknologi informasi.
Sebanyak 70 murid dengan nilai terbaik dinyatakan lolos ke tahap kedua.
Ujian Praktik dan Wawancara
Seleksi tahap kedua berlangsung pada Selasa (14/7/2026) di Laboratorium Komputer 1 SMAMDA. Peserta mengikuti ujian praktik untuk mengukur kemampuan berpikir komputasional, menyelesaikan masalah secara sistematis, serta menerapkan logika dalam menyusun solusi berbasis teknologi.
Setelah ujian praktik, seluruh peserta menjalani wawancara guna mengetahui motivasi, komitmen belajar, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan mengikuti pembelajaran di Coding Class Program yang menuntut kreativitas, disiplin, dan semangat belajar tinggi.
Berdasarkan hasil penilaian dari seluruh rangkaian seleksi, 38 murid terbaik dinyatakan lolos dan resmi menjadi peserta Coding Class Program Tahun Ajaran 2026/2027.
Mereka akan mendapatkan pembinaan intensif di bidang pemrograman, pengembangan website, Internet of Things (IoT), game development, hingga kecerdasan artifisial (AI). Selain itu, para peserta juga dipersiapkan mengikuti berbagai kompetisi informatika dan teknologi di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Zainul berharap murid yang lolos seleksi mampu berkembang menjadi talenta digital yang berprestasi sekaligus berkarakter.
"Kami berharap murid yang terpilih memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, semangat belajar, serta karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan," tuturnya.
Melalui Coding Class Program, SMAMDA terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga membentuk karakter murid yang kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah mendukung implementasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sekaligus menyiapkan generasi yang siap menghadapi transformasi digital.
Editor: Moh. Ernam