Dr. Taufiqurrahman, M.Ag. menyampaikan materi dalam Kajian Ramadan bagi guru dan karyawan SMAMDA Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Dian Arif/smamda.sch.id) Dr. Taufiqurrahman, M.Ag. menyampaikan materi dalam Kajian Ramadan bagi guru dan karyawan SMAMDA Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Dian Arif/smamda.sch.id)

Perkuat Karakter Pendidik, Smamda Sidoarjo Gelar Kajian Ramadan Tazkiyatun Nufus

Alfi Faridian | 13 Maret 2026

Detail Berita:


Smamda.sch.id – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) menggelar Kajian Ramadan bagi guru dan karyawan di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 H ini mengangkat tema “Penguatan Aqidah dan Ibadah Menuju Kader Muhammadiyah yang Beriman, Berilmu, dan Santun di Tengah Tantangan Zaman.”

Hadir sebagai narasumber Dr. Taufiqurrahman, M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo. Dalam kajiannya ia menyampaikan materi bertajuk “Tazkiyatun Nufus: Menguatkan Iman dan Akhlak dalam Profesi.”

Dalam paparannya, Taufiqurrahman menjelaskan bahwa tazkiyatun nufus merupakan proses penyucian jiwa dari berbagai penyakit hati agar manusia memperoleh ketenangan dan keselamatan.

“Hati yang bersih adalah hati yang selamat dari syirik dan penyakit hati, serta tulus ikhlas hanya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bagi seorang pendidik, kebersihan hati menjadi modal penting dalam mendidik generasi. Guru yang memiliki hati bersih akan memancarkan akhlak mulia sehingga menjadi teladan bagi para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan beberapa pilar penting dalam membersihkan hati yang relevan bagi pendidik masa kini, di antaranya:

1. Menjadi pribadi pemaaf dan rendah hati.
2. Fokus berbuat kebaikan pada hari ini.
3. Hidup sederhana dan penuh kesadaran.
4. Konsisten melakukan kebaikan.
5. Gemar membantu dan memberi kepada orang lain.
6. Menebarkan senyum dalam berbagai keadaan.
7. Mudah memaafkan kesalahan sesama.
8. Menghindari hasad atau iri dengki.
9. Menumbuhkan rasa syukur dan qana’ah.
10. Membiasakan mendoakan kebaikan bagi orang lain.

Menurutnya, menjadi pendidik di lingkungan Muhammadiyah tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak.

“Dengan jiwa yang bersih, seorang guru akan bekerja dengan orientasi mencari rida Allah SWT. Dari sinilah akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak,” jelasnya.

Kajian Ramadan ini menjadi salah satu upaya Smamda dalam memperkuat spiritualitas dan karakter para pendidik agar mampu menjalankan peran pendidikan secara lebih bermakna.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo