Arif Rahman Khabibullah berfoto bersama Fuad Syukri Zein setelah menjalani proses pembinaan menuju Universitas Al-Azhar. (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Arif Rahman Khabibullah berfoto bersama Fuad Syukri Zein setelah menjalani proses pembinaan menuju Universitas Al-Azhar. (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Mimpi Tinggi dan Ikhtiar Tanpa Lelah, Jalan Arif Menuju Al-Azhar

Moh. Ernam | 01 Mei 2026

Detail Berita:


Smamda.sch.id – Bagi Arif Rahman Khabibullah, perjalanan menuju Universitas Al-Azhar bukanlah sesuatu yang mudah. Di balik keberhasilannya, tersimpan proses panjang yang menuntut kesungguhan, kesiapan ilmu, serta kekuatan mental yang terus diuji.

Saat wawancara pada 30 April 2026, Arif mengungkapkan bahwa sejak awal ia menyadari jalan yang dipilih bukanlah jalan ringan. Persaingan ketat, materi yang tidak sederhana, serta tuntutan kesiapan bahasa menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran.

“Bukan suatu proses yang mudah menurut saya, karena kita benar-benar harus siap secara ilmu dan juga mental,” ungkapnya.

Namun di balik segala usaha itu, Arif meyakini bahwa hasil yang ia capai tidak lepas dari campur tangan Allah. Baginya, setiap langkah adalah bagian dari takdir yang sudah diatur, selama diiringi dengan usaha dan doa yang sungguh-sungguh.

“Semua atas izin Allah dan ridha-Nya. Kita hanya bisa berusaha, belajar, dan terus berdoa,” tuturnya.

Selama menjalani proses tersebut, Arif berusaha menjaga konsistensi. Ia menanamkan dalam dirinya untuk tidak mudah menyerah, meskipun rasa lelah dan jenuh kerap datang silih berganti.

“Tidak pernah kenal lelah untuk terus belajar dan berdoa,” tambahnya.


Syukur, Istiqamah, dan Pesan untuk Para Pemimpi

Ketika kabar kelulusan itu akhirnya datang, Arif merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Diterima di Universitas Al-Azhar menjadi capaian yang sangat berarti dalam perjalanan hidupnya.

“Alhamdulillah, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya, karena bisa diterima di universitas Islam ternama di dunia,” ujarnya.

Meski demikian, ia tidak ingin berhenti pada rasa bangga semata. Ia justru melihat keberhasilan ini sebagai amanah yang harus dijaga dan dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Untuk dirinya sendiri, Arif berpesan agar tetap istiqamah dalam belajar dan mampu memberikan yang terbaik atas kesempatan yang telah diberikan.

“Semoga saya bisa tetap istiqamah dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ucapnya penuh harap.

Tak lupa, ia juga menyampaikan pesan bagi teman-temannya di SMAMDA Sidoarjo agar tidak ragu dalam bermimpi besar. Menurutnya, mimpi adalah awal dari setiap pencapaian, namun harus diiringi dengan usaha nyata.

“Mimpilah setinggi mungkin, karena semua itu gratis. Tapi jangan hanya bermimpi, wujudkan dengan usaha dan doa,” pesannya.

Baginya, keberhasilan bukan hanya milik mereka yang pintar, tetapi juga milik mereka yang mau berjuang, bersabar, dan terus mengetuk pintu langit melalui doa.


Editor: Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo