Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin, memberikan arahan kepada guru dan karyawan dalam kegiatan Kajian Ramadan di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin, memberikan arahan kepada guru dan karyawan dalam kegiatan Kajian Ramadan di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Kepala SMAMDA Sidoarjo Ajak Guru dan Karyawan Perkuat Aqidah serta Peran sebagai Kader Muhammadiyah

Moh. Ernam | 16 Maret 2026

Detail Berita:

 

 

SMAMDA.SCH.ID – Kepala SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, M. Zainul Arifin, mengajak seluruh guru dan karyawan untuk memperkuat aqidah, ibadah, serta keterlibatan aktif dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Ajakan tersebut disampaikan dalam Kajian Ramadan bagi guru dan karyawan yang digelar di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026).

 

Dalam sambutannya, Zainul Arifin menegaskan bahwa bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak sekadar menjalankan tugas profesional, tetapi juga menjadi bagian dari proses kaderisasi Muhammadiyah.

 

“Bapak ibu harus ingat bahwa kita bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah. Jangan merasa hanya bekerja di SMAMDA saja, tetapi harus menjadi bagian dari kader Muhammadiyah,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan agar seluruh civitas sekolah tidak bersikap acuh terhadap kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah di lingkungan sekitar, termasuk kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

 

Menurutnya, tema kajian Ramadan yang diangkat, yakni penguatan aqidah dan ibadah menuju kader Muhammadiyah, selaras dengan kegiatan Baitul Arqam yang juga dilaksanakan bagi murid SMAMDA. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kegiatan di sekolah sekarang tidak boleh hanya berbasis program atau anggaran, tetapi harus berbasis hasil. Jika ini Baitul Arqam, maka harus ada kader Muhammadiyah yang lahir dari kegiatan ini,” tegasnya.

 

Zainul juga menekankan pentingnya keseragaman dalam praktik ibadah di lingkungan Muhammadiyah, seperti bacaan salat dan doa-doa yang diajarkan dalam tradisi Muhammadiyah. Ia berharap amalan tersebut tidak hanya dilakukan saat mengikuti pelatihan atau ujian kaderisasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain itu, ia mengingatkan bahwa seluruh warga sekolah memiliki peran yang sama pentingnya dalam memajukan SMAMDA. Baik guru, karyawan teknisi, driver, staf kantor, maupun tenaga lainnya dipandang memiliki kontribusi yang setara.

 

“Di SMAMDA ini tidak ada orang yang paling penting, semuanya penting. Sekolah ini tidak akan maju hanya karena kepala sekolah atau guru, tetapi karena kerja bersama seluruh warga sekolah,” ujarnya.

 

Ia juga menyinggung pentingnya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an yang akan dilakukan bukanlah bentuk ujian, melainkan upaya saling belajar dan memperbaiki diri.

 

Di akhir sambutannya, Zainul mengajak seluruh guru dan karyawan untuk bersyukur dapat bekerja di lingkungan sekolah Islam yang memberi ruang untuk memperdalam ilmu agama.

 

“Kita harus bersyukur bekerja di SMAMDA. Di luar sana ada lembaga yang bahkan tidak mengizinkan memakai hijab atau melaksanakan ibadah dengan leluasa. Di sini kita bisa belajar agama sekaligus bekerja,” katanya.

 

Ia berharap kegiatan kajian Ramadan tersebut dapat meningkatkan semangat berislam dan bermuhammadiyah bagi seluruh guru dan karyawan, serta mendorong mereka untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

 

“Jangan merasa tertekan bekerja di SMAMDA. Justru harus merasa bahagia dan bersyukur karena bisa menjadi bagian dari amal usaha Muhammadiyah,” pungkasnya.

 

Editor: Muhammad Mauludi Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo