Ustadz Imam Sapari saat menyampaikan ceramah dalam kajian triwulan PCM Sidoarjo di Masjid An-Nur Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (15/8/2026). (Ghulam Zakiyan/smamda.sch.id) Ustadz Imam Sapari saat menyampaikan ceramah dalam kajian triwulan PCM Sidoarjo di Masjid An-Nur Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (15/8/2026). (Ghulam Zakiyan/smamda.sch.id)

Kajian Triwulan PCM Sidoarjo, Teguhkan Integritas Pendidik untuk Indonesia Berkemajuan

Moh. Ernam | 21 Agustus 2026

Detail Berita:


Smamda.sch.id — SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo menjadi tuan rumah kajian rutin triwulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo, Jumat (21/8/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid An-Nur Muhammadiyah Sidoarjo dan diikuti pendidik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan se-Kota Sidoarjo.

Kajian tersebut diikuti guru dari SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, SD Muhammadiyah Makkah, SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Hadir pula guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal se-Kota Sidoarjo.

Ustadz Imam Sapari dari Surabaya hadir sebagai pemateri. Ia membawakan kajian bertema “Semangat Kemerdekaan, Mengokohkan Karakter Muhammadiyah yang Berintegritas untuk Indonesia Berkemajuan.”

Imam Sapari mengajak peserta memahami hakikat kemerdekaan dalam perspektif Islam dan Kemuhammadiyahan. Menurutnya, kemerdekaan atau al-hurriyah merupakan fitrah manusia yang berkaitan erat dengan harkat dan martabat.

“Kemerdekaan sejati adalah ketika harkat dan martabat manusia terangkat melalui ilmu dan ketakwaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, semangat kemerdekaan Muhammadiyah diwujudkan melalui upaya memerdekakan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan moral. Pendidikan menjadi salah satu jalan utama melalui integrasi ilmu dan iman.

Pesan tersebut sejalan dengan QS Al-Mujadilah ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu.

Menurut Imam Safari, guru Muhammadiyah memiliki peran sebagai pencerah. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing murid menghadapi krisis moral dan identitas.

Integritas Menjadi Pondasi Pendidikan

Imam Sapari menegaskan integritas atau al-amanah dan as-shiddiq merupakan ruh kepemimpinan dan pendidikan Muhammadiyah. Tanpa integritas, lembaga pendidikan berpotensi hanya menjadi tempat pencetak ijazah tanpa karakter.

Ia menekankan pentingnya keteladanan, akuntabilitas, transparansi tata kelola, serta konsistensi penerapan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sekolah.

“Pendidikan karakter terbaik bagi murid adalah keteladanan. Kejujuran, kedisiplinan, dan ketulusan guru dalam mengajar harus menjadi contoh nyata,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan tantangan pendidikan pada era kekinian. Perkembangan kecerdasan buatan, disrupsi informasi, dan pergeseran nilai sosial menjadi tantangan yang perlu dihadapi pendidik.

Pendidik Muhammadiyah, lanjutnya, harus terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan beradaptasi. Semangat tersebut diwujudkan melalui fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Kajian triwulan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pendidik Muhammadiyah. Semangat kemerdekaan diharapkan diwujudkan melalui pendidikan yang mencerahkan dan membebaskan.

Generasi muda perlu dipersiapkan menjadi pribadi berintegritas, berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki wawasan global. Pendidikan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah mewujudkan Indonesia berkemajuan.


Editor: Muhammad Mauludi Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo