Tim Musikalisasi Puisi SMAMDA Sidoarjo mengabadikan momen kebersamaan usai unjuk kebolehan pada ajang OlimpicAd VIII di Grand Hotel Makassar, Makassar, Jumat (13/2/2026). (Dokpri/smamda.sch.id) Tim Musikalisasi Puisi SMAMDA Sidoarjo mengabadikan momen kebersamaan usai unjuk kebolehan pada ajang OlimpicAd VIII di Grand Hotel Makassar, Makassar, Jumat (13/2/2026). (Dokpri/smamda.sch.id)

Harmoni "Nawangsari" Antarkan Smamda Sidoarjo Raih Perak di OlimpicaAD VIII Makassar

Alfi Faridian | 19 Februari 2026

Detail Berita:

SMAMDA.SCH.ID - Gemuruh tepuk tangan membahana di aula Fakultas Kedokteran lantai 3 Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jumat (13/02/2026), saat delegasi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) menuntaskan penampilan mereka di ajang bergengsi OlimpicAd VIII. Membawakan karya orisinal bertajuk “Nawangsari Cita Indonesia Emas”, tim musikalisasi puisi Smamda berhasil menyabet medali perak (Silver Medal) dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dikdasmen PNF tersebut.

 

Tim yang terdiri atas Abrisam Zafrano, Arya Ardiansyah, Keyla Andrea, Ardan Evandra Patra, dan Quinzha Syaira Ramadhani tampil memukau dengan aransemen mandiri. Perpaduan dentingan tiga gitar, hentakan kajon dan kendang, serta syahdunya gemericik rainstick, dipadu vokal yang anggun, menciptakan harmoni yang bukan sekadar musik, melainkan karya sastra yang hidup dan bermakna.

 

Puisi karya Abrisam Zafrano tersebut membawa pesan mendalam tentang visi masa depan seorang pemuda. Dengan nada penuh semangat, syairnya menegaskan bahwa generasi muda saat ini adalah pilar menuju Indonesia Emas. Karakter kuat, kejujuran, dan kerja keras digambarkan sebagai fondasi utama bangsa, bukan sekadar janji manis di atas kertas.

 

“Ini adalah pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Menciptakan puisi sekaligus meramu aransemennya bukanlah perkara mudah di tengah kesibukan belajar, namun kekompakan dan kerja keras menjadi kuncinya,” ungkap Zafrano, ketua tim, dengan nada haru.

 

Persiapan panjang yang dilakukan di sela-sela jam sekolah akhirnya berbuah hasil. Arya Ardiansyah, salah satu personel gitaris, menambahkan bahwa medali perak ini menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya di level yang lebih tinggi. Bagi mereka, kompetisi ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan penanaman nilai disiplin, empati, dan integritas.

 

Sesuai dengan jargon mereka, “Muspus Smamda Tak Pernah Pupus”, raihan ini membuktikan bahwa kreativitas murid Smamda terus mekar. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras yang beretika merupakan modal utama menuju kesuksesan di masa depan.

 

Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo