Empat karya inovatif hasil pengembangan konten digital guru SMAMDA melalui Program MODULAR 2026. (Suwidiyanti/smamda.sch.id) Empat karya inovatif hasil pengembangan konten digital guru SMAMDA melalui Program MODULAR 2026. (Suwidiyanti/smamda.sch.id)

Dua Guru SMAMDA Sidoarjo Terpilih Jadi Pengisi Konten Ruang Murid

Suwidiyanti | 17 Agustus 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Dua guru SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, Suwidiyanti dan Elok Kartika Sari, terpilih menjadi pengisi konten Ruang Murid melalui Program MODULAR (Membuat Konten Digital untuk Pembelajaran) SMA Tahun 2026.

Program tersebut diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Keduanya berhasil masuk 200 peserta terpilih dari 4.025 pendaftar yang mengikuti proses seleksi.

Dari ribuan pendaftar tersebut, sebanyak 692 peserta dinyatakan eligible untuk mengikuti tahapan pengembangan konten. Selanjutnya, terdapat 363 konten yang masuk dalam proses pengembangan dan kurasi. Hingga akhirnya, 200 peserta ditetapkan sebagai peserta terpilih untuk menjadi pengisi konten Ruang Murid.

Bagi Suwidiyanti dan Elok, kesempatan tersebut menjadi tantangan untuk menghasilkan konten digital yang menarik sekaligus memiliki kualitas pembelajaran.

Perjalanan pengembangan kompetensi dimulai pada 23 Mei 2026 melalui pertemuan awal dengan materi Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Aplikasi.

“Program ini memberikan pengalaman baru bagi kami sebagai guru. Kami tidak hanya belajar membuat media, tetapi juga belajar melihat kebutuhan pembelajaran dari sudut pandang murid,” kata Elok.

Tahapan berikutnya berlanjut pada materi Pembuatan Gim Edukasi Berbasis Aplikasi. Peserta tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mulai mengembangkan pengalaman belajar yang interaktif dan menarik bagi murid.

“Setiap tahapan memiliki tantangan yang berbeda. Kami harus memahami teknologi sekaligus memikirkan bagaimana produk tersebut dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran,” ujarnya.

Peserta kemudian mengikuti pertemuan tentang Pembuatan Alat Peraga Berbasis 3D. Tahapan selanjutnya memberikan penguatan mengenai Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Artifisial.

Tahap akhir berlangsung pada 20 Juni 2026. Peserta mendapatkan materi Pembuatan Laboratorium Maya Berbasis Kecerdasan Artifisial sekaligus penjelasan mengenai spesifikasi konten.

Setelah mengikuti lima tahapan pendampingan, peserta masih harus mengembangkan dan menyempurnakan produk masing-masing hingga siap diunggah. Konten tersebut kemudian melalui proses verifikasi dan kurasi.

Penilaian mencakup sejumlah aspek. Di antaranya orisinalitas dan kreativitas, relevansi pedagogis, kualitas interaktivitas, desain dan kemudahan penggunaan, kesesuaian teknis, fungsi dan stabilitas produk, pemanfaatan kecerdasan artifisial secara tepat, serta potensi implementasi di sekolah.

“Proses kurasi membuat kami belajar untuk lebih teliti. Produk tidak cukup hanya terlihat menarik, tetapi harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan mudah diterapkan,” tutur Elok.

Bagi Suwidiyanti dan Elok, keberhasilan tersebut bukan menjadi garis akhir. Capaian ini justru menjadi awal tanggung jawab untuk terus menghasilkan konten pembelajaran yang berkualitas dan memberikan manfaat lebih luas.

“Kami berharap konten yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya dalam program ini. Semoga dapat digunakan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid,” kata Elok.

Capaian Suwidiyanti dan Elok menjadi kontribusi guru SMAMDA dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi bagi pendidikan Indonesia.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo