Murid Smamda Sidoarjo, Callysta Nafa Amalia (kiri) dan Fikri Ridho Nugroho, meraih medali emas pada ajang nasional NISEEF yang diselenggarakan IYSA (Dok. Pribadi/smamda.sch.id). Murid Smamda Sidoarjo, Callysta Nafa Amalia (kiri) dan Fikri Ridho Nugroho, meraih medali emas pada ajang nasional NISEEF yang diselenggarakan IYSA (Dok. Pribadi/smamda.sch.id).

Dari Ilalang dan Kayu Manis, Tim SMAMDA Sidoarjo Raih Emas di NISEEF 2026

Riris Nurul Latifah | 09 April 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) Biologi berhasil meraih Medali Emas sekaligus Special Award dalam ajang National Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (NISEEF) 2026 tingkat SMA/MA/SMK.
Kompetisi yang diselenggarakan secara daring pada 26–29 Januari 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Ajang tersebut menjadi wadah bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan kreativitas dalam bidang sains, lingkungan, dan kewirausahaan.
Tim KIR Biologi SMAMDA diwakili oleh Fikri Ridho Nugroho (XII-3) dan Callysta Nafa Amalia (XII-7). Keduanya mengusung inovasi produk herbal berbahan dasar ilalang dan kayu manis yang dikembangkan sebagai alternatif obat antidiabetes.
Penelitian tersebut dilakukan melalui uji in vivo menggunakan mencit putih sebagai hewan coba. Proses penelitian tidak berlangsung singkat, melainkan melalui tahapan panjang mulai dari studi literatur, perancangan metode, hingga uji coba awal.
“Kami harus menyiapkan semuanya secara matang, termasuk mengurus perizinan karena menggunakan hewan coba. Prosesnya cukup menguras waktu dan energi, apalagi pembuatan produk masih dilakukan secara manual, khususnya pada tahap maserasi,” ujar Fikri.
Ia juga menambahkan bahwa tim harus melakukan pengawasan ketat terhadap hewan coba, mulai dari pola makan, aktivitas, hingga ketepatan dosis yang diberikan setiap hari.
Sementara itu, Callysta mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah menentukan dosis yang tepat untuk mencit serta menjaga konsistensi dalam perawatan hewan coba.
“Perawatannya cukup kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi. Namun Alhamdulillah, semua perjuangan tersebut terbayar dengan hasil yang membanggakan,” tuturnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga menunjukkan bahwa ekstrakurikuler KIR Biologi SMAMDA mampu bersaing di tingkat nasional.
Fikri menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus berkarya.
“Ke depan, meskipun kami telah lulus, kami ingin terus mengembangkan inovasi, khususnya di bidang kesehatan. Semoga karya kami dapat menjadi motivasi bagi teman-teman lain dan memberi manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Editor    : Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo