Detail Berita:
Smamda.sch.id — SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar kegiatan berbagi praktik baik pembelajaran mendalam dalam rangka pendampingan pengawas sekolah pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Briefing Smamda tersebut menghadirkan pengawas sekolah, Mijiatun Sri Hartyatmi, sebagai pendamping sekaligus evaluator pembelajaran.
Kegiatan ini diikuti oleh segenap pimpinan sekolah guru-guru bersertifikasi Smamda Sidoarjo sebagai upaya meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM) melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas. Dalam kegiatan tersebut, para guru diajak memahami strategi pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan berpusat pada peserta didik.
Pada sesi berbagi praktik baik, dua guru Smamda tampil mempresentasikan proses pembelajaran yang telah diterapkan di kelas. Guru Matematika, Elok Kartika, membagikan praktik pembelajaran yang mendorong siswa aktif berpikir kritis dan memecahkan masalah melalui pendekatan kontekstual. Sementara itu, guru Bahasa Inggris, Khoirul Umam, memaparkan metode pembelajaran interaktif yang melibatkan komunikasi aktif siswa dalam penggunaan bahasa Inggris sehari-hari.
Kedua guru tersebut mempresentasikan strategi, media, hingga refleksi pembelajaran yang telah diterapkan selama kegiatan belajar mengajar. Suasana diskusi berlangsung interaktif karena para guru turut memberikan masukan dan tanggapan terhadap praktik pembelajaran yang dipaparkan.
Dalam sesi refleksi, Mijiatun Sri Hartyatmi atau yang akrab disapa Bu Tya menyampaikan apresiasi terhadap penampilan kedua guru tersebut. Menurutnya, praktik pembelajaran yang dipresentasikan sudah berjalan dengan baik dan menunjukkan adanya upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif serta menyenangkan.
“Penampilan Bu Elok dan Pak Khoirul sudah bagus. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditambahkan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, terutama pada penerapan unsur 8-3-3-4 dalam KBM,” ungkapnya.
Bu Tya juga menekankan pentingnya guru memahami indikator pembelajaran mendalam secara menyeluruh agar proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada penguatan karakter, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta refleksi peserta didik.
Salah satu guru peserta kegiatan, Ernawati Kristiningrum, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari sesi berbagi praktik baik tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa saling belajar antarguru. Banyak ide baru yang bisa diterapkan agar pembelajaran di kelas menjadi lebih hidup dan bermakna bagi siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Smamda Sidoarjo, Alful Musrifah, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan profesionalisme guru.
“Kami berharap guru-guru Smamda semakin siap menghadirkan pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa. Pendampingan seperti ini penting untuk meningkatkan kualitas KBM sekaligus mendukung perkembangan kompetensi guru,” tuturnya.
Melalui kegiatan berbagi praktik baik pembelajaran mendalam ini, Smamda Sidoarjo berharap tercipta budaya belajar yang kolaboratif dan inovatif di lingkungan sekolah. Dengan adanya pendampingan dari pengawas sekolah, para guru diharapkan semakin termotivasi untuk terus mengembangkan pembelajaran yang berkualitas, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik.
Editor : Muhammad Mauludy Falaakhy