Peserta penerima Hibah Digitalisasi Pendidikan saat foto bersama Rabu (17/6/2026) di Hotel The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa Jakarta Selatan (Naimul Hajar/smamda.sch.id) Peserta penerima Hibah Digitalisasi Pendidikan saat foto bersama Rabu (17/6/2026) di Hotel The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa Jakarta Selatan (Naimul Hajar/smamda.sch.id)

Satu-satunya Wakil Sidoarjo, Smamda Terima Hibah Digital untuk Transformasi Pembelajaran dari Korea

Naimul Hajar | 19 Juni 2026

Detail Berita:


Smamda.sch.id - SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo satu-satunya wakil Sidoarjo penerima hibah Program Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC). 
Hibah diserahkan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) di Hotel The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).
Dari seluruh Indonesia, hanya 18 sekolah yang terpilih. Sekolah-sekolah itu berasal dari jenjang SMP, SMA, dan SMK. Terpilihnya Smamda membuktikan komitmen sekolah dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Hibah berupa perangkat digitalisasi pembelajaran senilai lebih dari delapan puluh juta rupiah. Perangkat tersebut meliputi laptop, headset, dan wireless router. Seluruh perangkat langsung dapat digunakan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Acara dihadiri langsung Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Hadir pula Sekretaris Dirjen PAUD, Dr. Eko Susanto, S.E., M.Si.
Kepala Smamda, M. Zainul Arifin, S.Kom., M.M., hadir bersama Mohammad Kohar, S.Sos., M.Si., dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo. "Kami berkomitmen memanfaatkan hibah ini sebaik-baiknya," ujar Zainul.
Kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan
Program KLIC merupakan kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran berbasis teknologi digital.
Gogot menegaskan, hibah ini bersifat pengimbasan praktik baik. "Harapannya teknologi menjadi inspirasi bagi guru untuk berinovasi," ujarnya.
Gogot menjelaskan bahwa inovasi memiliki tiga ciri utama. Ciri pertama adalah memberikan nilai tambah. Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan kualitas proses belajar. “Dengan teknologi, pembelajaran harus memiliki nilai tambah,” tegasnya. 
Ciri kedua adalah menyelesaikan masalah. Teknologi harus mempermudah pekerjaan guru dan siswa. Selain itu, teknologi juga harus mempercepat proses pembelajaran. “Teknologi membuat berbagi pengetahuan lebih mudah,” ungkapnya. Menurutnya, teknologi mampu mempercepat berbagai proses pendidikan. 
Karena itu, sekolah perlu memanfaatkannya secara maksimal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Ciri ketiga adalah memberikan dampak baik. Dampak tersebut muncul melalui penerapan yang berulang dan konsisten. “Inovasi berdampak jika dilakukan secara konsisten,” jelas Gogot
"Program KLIC dimulai sejak 2020," ujar Gogot. Hingga kini program terus berkembang dan  menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia.

Editor   : Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo