Prof. Dr. Khozin (kanan), Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, menyampaikan materi kajian Ramadan kepada guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id) Prof. Dr. Khozin (kanan), Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, menyampaikan materi kajian Ramadan kepada guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id)

Prof. Khozin: Guru Muhammadiyah Harus Terus Meningkatkan Kompetensi

Moh. Ernam | 16 Maret 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Guru Muhammadiyah dituntut terus meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Khozin dalam kajian Ramadan guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Karena itu, guru Muhammadiyah harus terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru dapat dilakukan melalui penguatan kualifikasi akademik dan kompetensi profesional. “Guru minimal S1, kepala sekolah sebaiknya S2, dan terus berproses menuju S3,” ujarnya.

Selain itu, guru juga didorong untuk mengikuti berbagai pelatihan guna meningkatkan kemampuan mengajar. Ia menyebutkan bahwa guru idealnya mengikuti pelatihan minimal 50 jam setiap tahun. “Kalau setiap tahun mengikuti pelatihan, kompetensi guru pasti meningkat,” jelasnya.

Guru Harus Adaptif dengan Teknologi

Prof. Khozin juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan literasi teknologi bagi guru. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut guru untuk mampu memanfaatkan berbagai perangkat digital dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi akan membantu proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik bagi siswa.

Selain itu, guru juga harus memiliki sikap terbuka terhadap perubahan.

Bekerja dengan Ikhlas

Di akhir pemaparannya, Prof. Khozin memberikan motivasi kepada para guru Muhammadiyah untuk terus mengabdi dengan penuh keikhlasan. Ia menegaskan bahwa bekerja bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari kebahagiaan hidup.

Ia mengutip pemikiran sastrawan Rusia, Maxim Gorky, tentang makna bekerja. “Ketika bekerja adalah kesenangan, hidup menjadi kebahagiaan. Tetapi jika bekerja dianggap kewajiban, hidup terasa seperti perbudakan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak para guru untuk terus bekerja dengan baik dan penuh dedikasi. “Bekerjalah dengan baik. Allah yang akan mengatur rezeki kita,” pesannya.


Editor: Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo