Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menerima pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, pada Milad Emas ke-50 SMAMDA, Sabtu (31/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menerima pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, pada Milad Emas ke-50 SMAMDA, Sabtu (31/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Milad Emas SMAMDA, Haidar Nashir Tegaskan Pendidikan sebagai Jalan Membangun Peradaban

Moh. Ernam | 03 Februari 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haidar Nashir, menegaskan bahwa peringatan Milad Emas ke-50 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk membangun peradaban berkemajuan, bukan sekadar ajang temu kangen atau nostalgia. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan amanat pada perayaan Milad Emas SMAMDA di Auditorium AR Fachrudin, Sabtu (31/1/2026).

“Milad ini bukan hanya untuk bertemu dan merajut kenangan, tetapi memastikan bahwa sekolah Muhammadiyah benar-benar menjadi bagian dari pembangunan peradaban,” ujarnya di hadapan civitas akademika dan alumni SMAMDA.

Haidar menjelaskan bahwa peradaban merupakan puncak dari kebudayaan yang dibangun melalui sistem pengetahuan, pendidikan, teknologi, ekonomi, organisasi sosial, dan nilai-nilai religius. Dalam perspektif Islam, fondasi paling mendasar dari peradaban adalah nilai tauhid yang melahirkan etos keilmuan dan kemajuan.

“Peradaban Islam pernah melahirkan ilmu pengetahuan, matematika, teknologi, dan pemikiran besar dunia. Pertanyaannya hari ini, mampukah sekolah Muhammadiyah menyangga beban peradaban itu? Saya yakin mampu,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa membangun peradaban tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai dari hal-hal kecil dan mendasar. Disiplin, ketertiban waktu, budaya antre, serta penghargaan terhadap proses menjadi bagian penting dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan di sekolah.

“Belajar disiplin itu bagian dari membangun peradaban. Hal-hal sederhana seperti tertib waktu dan menghargai aturan tidak boleh dianggap sepele,” ungkapnya.

Selain itu, Haidar juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang kuat. Menurutnya, sekolah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang didukung keteladanan dari semua lingkungan.

“Anak-anak kita hari ini membutuhkan keteladanan, bukan hanya pengajaran. Di era perubahan sosial yang sangat cepat, keteladanan itu menjadi sesuatu yang mahal dan langka,” katanya.

Menutup amanatnya, Haidar mengajak para guru, alumni, dan seluruh warga Muhammadiyah menjadikan SMAMDA sebagai pusat persemaian kebudayaan tinggi menuju peradaban berkemajuan. Ia menegaskan bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki makna besar bagi masa depan umat dan bangsa.

“Sekecil apa pun yang kita berikan untuk Muhammadiyah, sejatinya kita sedang menjemput ridha dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.


Editor: Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo