Malik Atmaja diapit Bu Nilam (kiri) dan Bunda Ria (kanan) saat memberikan hadiah Umrah pada Milad Emas SMAMDA Sidoarjo di auditorium AR Fachrudin, Sabtu (31/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Malik Atmaja diapit Bu Nilam (kiri) dan Bunda Ria (kanan) saat memberikan hadiah Umrah pada Milad Emas SMAMDA Sidoarjo di auditorium AR Fachrudin, Sabtu (31/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Hadiah Umrah Penuh Haru di Milad Emas SMAMDA Sidoarjo, Bakti Murid untuk Guru

Moh. Ernam | 03 Februari 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Puncak perayaan Milad Emas ke-50 SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo menghadirkan kejutan yang tak hanya meriah, tetapi juga menggetarkan hati. Di tengah kemegahan acara dan riuh tepuk tangan hadirin, sebuah momen sederhana justru menjadi titik paling haru: hadiah umrah dari seorang alumni untuk dua guru tercinta.

Adalah Malik Atmaja, alumni SMAMDA angkatan 2007 yang lulus pada 2010, yang menghadirkan kejutan tersebut. Sosok yang akrab disapa “Unyil” semasa sekolah itu memberikan hadiah umrah kepada dua guru yang dianggapnya sangat berjasa dalam perjalanan hidupnya, yakni Bu Nilam Suryawati dan Bunda Riana Wulan Ningrum.

Saat naik ke atas panggung, Malik mengaku sempat diliputi rasa haru dan nostalgia. Ia mengenang masa-masa SMA yang penuh proses, mimpi, dan bimbingan para guru.

“Saya masuk SMAMDA tahun 2007 dan lulus 2010. Tadi di rumah saya merasa sudah tua, tapi ketika sampai di sini ternyata lebih banyak senior. Alhamdulillah, yang saya lihat hari ini adalah wajah-wajah ceria, bahagia dunia dan akhirat,” ujarnya disambut senyum hadirin.

Malik mengenang bagaimana SMAMDA menjadi ruang tumbuh bagi minat dan bakatnya di dunia musik. Prestasi demi prestasi yang diraihnya kala itu justru menjadi modal awal untuk konsisten menapaki jalan sebagai musisi hingga hari ini.

“Dulu waktu SMA, saya sudah dicetuskan untuk menjadi musisi. Hadiah prestasi dari sekolah saya gunakan untuk berkarya. Alhamdulillah sekarang masih konsisten, dari Surabaya sampai tingkat nasional,” tuturnya.

Sebagai wujud rasa terima kasih dan balas budi, Malik pun mengundang Bu Nilam dan Bunda Riana naik ke atas panggung. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan bahwa keduanya adalah guru yang sangat berpengaruh dalam sejarah hidupnya, termasuk saat membimbingnya menghadapi masa krusial menuju perguruan tinggi.

“Saya masih ingat malam-malam digembleng agar bisa lolos ke ITS. Alhamdulillah saya diterima, dan sekarang aktif sebagai pengurus alumni ITS. Semua itu berkat bimbingan guru-guru SMAMDA,” katanya.

Momen paling mengharukan terjadi saat hadiah umrah diumumkan. Bu Nilam tak kuasa menahan air mata. Dengan suara tertahan ia berkata, “Ini sudah kedua kalinya saya diberangkatkan umrah oleh murid. Saya tidak bisa berkata-kata, dada saya sesak, terima kasih.”

Sementara itu, Bunda Riana langsung sujud syukur di atas panggung. Tangis haru pun pecah, terlebih saat ini dia baru saja pulang umrah bersama keluarga, dan kembali dipanggil Allah untuk menjadi tamu-Nya.

Di Milad Emas SMAMDA, hadiah umrah itu bukan sekadar kejutan. Ia menjadi simbol kuat tentang arti bakti murid kepada guru, serta cahaya keteladanan yang terus menyala lintas generasi.


Editor: Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo