Khisnullah Al Tsani (kanan) berbagi pengalaman menjadi pemain Timnas Futsal U-16 yang menjuarai ASEAN U-16 Boys Futsal Championship 2025 di lapangan basket Smamda, Senin (5/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Khisnullah Al Tsani (kanan) berbagi pengalaman menjadi pemain Timnas Futsal U-16 yang menjuarai ASEAN U-16 Boys Futsal Championship 2025 di lapangan basket Smamda, Senin (5/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Kisah Khisnullah Tembus Futsal Internasional, Dibagikan di Hadapan Ribuan Murid SMAMDA Sidoarjo

Moh. Ernam | 06 Januari 2026

Detail Berita:


Smamda.sch.id – Muhammad Khisnullah Al Tsani, murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, membagikan kisah perjalanannya menembus level futsal internasional sebagai pemain Tim Nasional Futsal Indonesia U-16, juara ASEAN U-16 Boys Futsal Championship 2025 di Thailand. Kisah tersebut disampaikan di hadapan 1.238 murid SMAMDA usai upacara bendera, Senin (5/1/2025).

Sesi berbagi pengalaman tersebut dipandu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAMDA Sidoarjo, Arief Hanafi. Dalam kesempatan itu, Khisnullah—akrab disapa Khisnu—menceritakan proses panjang dan berjenjang yang ia lalui hingga akhirnya terpilih memperkuat Timnas Futsal Indonesia U-16.

Khisnu mengawali ceritanya dari turnamen tingkat daerah yang menjadi titik awal perjalanannya menuju level nasional. “Pada November 2024 saya mengikuti turnamen di Sidoarjo dan alhamdulillah berhasil juara, sehingga mewakili Sidoarjo ke tingkat Jawa Timur,” ujar Khisnu. 

Ia menambahkan, timnya kembali meraih juara pertama di tingkat provinsi dan berhak melaju ke tingkat nasional. “Di tingkat nasional itu ada pelatih Timnas U-16 yang melihat langsung pemain-pemain,” katanya.

Pengalaman paling berkesan bagi Khisnu terjadi saat menghadapi Thailand di kandang lawan pada ajang internasional. Ia mengaku sempat mendapat perlakuan diremehkan sebelum pertandingan dimulai. “Waktu melawan Thailand, kami sempat diremehkan. Katanya badan kami kecil-kecil, apalagi mereka tuan rumah dengan jumlah suporter yang lebih banyak. Justru itu membuat kami bertekad lebih kuat untuk mengalahkan mereka,” tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAMDA, Arief Hanafi, menilai kisah Khisnu menjadi inspirasi nyata bagi para murid. “Apa yang disampaikan Khisnu menunjukkan bahwa prestasi besar lahir dari proses panjang, disiplin, dan mental juara,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Khisnu juga menegaskan peran besar orang tua dalam perjalanan prestasinya. Ia menyebut ayahnya, Teguh Santoso, sebagai sosok paling berpengaruh. Teguh Santoso yang merupakan karyawan SMAMDA Sidoarjo selalu memberikan dukungan moral dan spiritual. “Yang terpenting dalam mengikuti event atau olahraga adalah fokus, semangat berlatih, dan jangan pernah meninggalkan salat, di mana pun dan kapan pun,” pesan Teguh.

Sementara itu, Khisnu berpesan kepada teman-temannya agar tidak mudah putus asa. “Saya sendiri tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Jangan putus asa untuk terus berproses, karena rezeki sudah ada yang mengatur,” katanya. Ia juga memohon doa agar pada Februari mendatang dapat kembali mengikuti ajang Piala Asia U-17.

Perjalanan Khisnu di dunia sepak bola dan futsal dimulai sejak kelas 3 MI dengan bergabung di SSB Bintang Putra Sidoarjo. Kariernya berlanjut ke SSB Pasuruan Narasinga pada 2018, Persema Malang pada 2019, EPA Persis Solo yang meraih juara dua nasional U-14 pada 2022, hingga kembali ke Persema Malang dan menembus delapan besar Jawa Timur pada Piala Suratin U-17 tahun 2025.


Editor: Muhammad Mauludi Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo