Kepala Smamda Sidoarjo, M. Zainul Arifin menyampaikan materi kepada MKKS SMA Swasta Kabupaten Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah Smamda, Rabu (7/10/2026). (Muhammad Ghulam Zakiyan Fadillah/smamda.sch.id) Kepala Smamda Sidoarjo, M. Zainul Arifin menyampaikan materi kepada MKKS SMA Swasta Kabupaten Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah Smamda, Rabu (7/10/2026). (Muhammad Ghulam Zakiyan Fadillah/smamda.sch.id)

Jadi Sekolah Model, Smamda Sidoarjo Jadi Rujukan 56 SMA Swasta Sidoarjo

Naimul Hajar | 08 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Sebanyak 56 SMA swasta se-Kabupaten Sidoarjo belajar praktik baik pengelolaan sekolah di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda), Sidoarjo, Rabu (7/10/2026). Setiap sekolah mengirimkan kepala sekolah dan satu wakil kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan study tiru sekolah model.

Smamda menjadi tempat belajar karena ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) sebagai Sekolah Model. Melalui kegiatan ini, para peserta melihat secara langsung berbagai program yang dijalankan Smamda untuk mengembangkan mutu pendidikan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kabupaten Sidoarjo, Mochamad Anas, dalam sambutannya mengingatkan sekolah agar memberi perhatian terhadap penggunaan HP oleh murid. Sekolah perlu mengarahkan murid menggunakan perangkat digital secara bijak agar tidak mengganggu proses pembelajaran.

“Anak-anak harus berhati-hati dalam menggunakan HP. Sekolah perlu mengatur penggunaannya agar tidak mengganggu proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kebijakan Smamda yang menyediakan rak HP di setiap kelas. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu sekolah mengatur penggunaan HP selama kegiatan pembelajaran.

Selain penggunaan HP,  Mochamad Anas mengingatkan sekolah untuk mencegah bullying. Ia meminta sekolah tidak membiarkan perundungan berkembang di lingkungan pendidikan.

“Jangan sampai ada bullying di sekolah. Kita harus berhati-hati dan menjaga anak-anak di sekolah,” katanya.

Belajar dari Sekolah Model

Kepala Smamda M. Zainul Arifin memaparkan praktik baik pelaksanaan sekolah model di Smamda. Ia menjelaskan sekolah model menjadi bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan.

“Sekolah model merupakan bagian dari percontohan, acuan, dan laboratorium bagi sekolah-sekolah lain,” jelas M. Zainul Arifin.

Menurutnya, Smamda menjalankan sekolah model melalui berbagai program, salah satunya pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah melalui kegiatan pelatihan.

Program tersebut berjalan sejalan dengan visi Smamda, yaitu menjadi sekolah unggul dan berkarakter berdasarkan nilai-nilai Islam. Karena itu, pengembangan sekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter murid.

M. Zainul Arifin turut menyampaikan penguatan delapan profil lulusan. Profil tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan murid menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan setelah lulus.

Dorong Partisipasi TKA

Dalam kegiatan tersebut, H Mochamad Anas juga mengajak seluruh sekolah mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurutnya, TKA dapat menjadi salah satu bagian yang mendukung keberhasilan murid.

“Terkait TKA, mohon semua mengikuti dan berpartisipasi aktif. TKA mendukung kesuksesan anak-anak,” tuturnya.

Kegiatan study tiru tersebut memberikan kesempatan kepada 56 SMA swasta di Sidoarjo untuk belajar langsung dari praktik yang telah berjalan di Smamda. Para peserta dapat mengadopsi program yang relevan dan mengembangkannya sesuai karakter serta kebutuhan sekolah masing-masing.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo