Menyulam Mimpi ke Negeri Ginseng (Seri ke-18 (Penutup)) Pasca KLIC Indonesia 2025: RTL, Perpisahan, dan Awal Pengabdian Baru

Ernawati Kristinningrum, S.T., M.Pd. | 04 Januari 2026

Detail literasi:

Rabu, 22 Oktober 2025 menjadi hari penutup rangkaian panjang perjalanan KLIC Indonesia 2025. Setelah bermalam dan beristirahat di Hotel Golden Boutique Melawai, Jakarta Selatan, seluruh delegasi kembali berkumpul sejak pagi dengan semangat yang masih utuh, meskipun perjalanan panjang dari Korea Selatan baru saja dilalui sehari sebelumnya. Wajah lelah memang masih terlihat, tetapi semangat belajar dan kebersamaan tetap terpancar dari seluruh peserta.
Setelah sarapan pagi bersama, sekitar pukul 09.00 WIB acara resmi dimulai. Kegiatan pasca-KLIC dibuka oleh Ibu Dr. Meliyanti, selaku Kasubdit Peningkatan Kapasitas, Perlindungan, dan Pengendalian Direktorat Guru Dikdas. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan, kekompakan, dan semangat seluruh peserta selama mengikuti program pelatihan di Korea Selatan.
Beliau menegaskan bahwa keberangkatan ke Korea bukanlah akhir dari program, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai guru penggerak transformasi pendidikan di Indonesia. Karena itu, agenda utama pada hari terakhir ini adalah penyusunan Laporan RTL (Rencana Tindak Lanjut) KLIC 2025 oleh masing-masing peserta.
Setiap delegasi diminta menyusun rencana nyata yang akan diterapkan sepulang ke sekolah masing-masing. Isi RTL tersebut meliputi bagaimana hasil pelatihan tentang AI, coding, literasi digital, numerasi, dan pembelajaran berbasis teknologi akan diimplementasikan di lingkungan sekolah, komunitas guru, maupun wilayah kerja masing-masing.
Menariknya, seluruh peserta menyambut tugas ini dengan penuh antusias. Tidak ada keluhan, tidak ada rasa terbebani, dan tidak ada keinginan untuk segera pulang meskipun sebagian besar sudah rindu keluarga. Suasana ruangan dipenuhi diskusi, tukar pikiran, dan kerja sama yang kompak. Ada yang serius mengetik laporan, ada yang berdiskusi dengan teman satu kelompok, ada pula yang saling memberi ide agar program di sekolah masing-masing bisa berjalan maksimal.
Semangat tersebut menjadi bukti bahwa peserta KLIC Indonesia 2025 benar-benar datang bukan sekadar untuk bepergian ke luar negeri, tetapi membawa misi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Menjelang waktu makan siang, satu per satu peserta berhasil menyelesaikan laporan RTL. Alhamdulillah, seluruh delegasi mampu menuntaskan tugas tepat waktu sebelum batas akhir yang ditentukan. Hal ini menunjukkan kualitas, tanggung jawab, dan profesionalisme para guru pilihan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Acara kemudian ditutup kembali oleh Ibu Dr. Meliyanti. Dalam pesan penutupnya, beliau menyampaikan bahwa KLIC tidak berhenti sampai di sini. Program ini akan terus berlanjut melalui pendampingan dari kementerian maupun kerja sama lanjutan dengan pihak Korea Selatan. Para peserta diharapkan terus belajar, terus berkembang, dan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing.
Beliau juga menegaskan bahwa guru masa depan adalah guru yang mampu berdamai dengan perubahan teknologi, memanfaatkan inovasi digital, dan tetap menjaga nilai-nilai pendidikan karakter.
Usai penutupan resmi, seluruh peserta menikmati makan siang bersama di hotel. Suasana makan siang terasa berbeda. Bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi momen perpisahan yang penuh rasa haru. Selama hampir dua minggu bersama, para delegasi telah berubah menjadi keluarga baru—berbagi cerita, tawa, perjuangan, pengalaman, bahkan saling menguatkan dalam perjalanan panjang.
Kini saatnya kembali ke daerah masing-masing: Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, dan berbagai provinsi lainnya. Perpisahan terasa berat, tetapi semua membawa pulang bekal ilmu, pengalaman internasional, dan persahabatan lintas daerah.
Ada rasa sedih karena kebersamaan berakhir. Ada rasa bahagia karena misi telah terlaksana. Ada rasa bangga karena menjadi bagian dari sejarah KLIC Indonesia 2025.
Perjalanan ini mempertemukan dua bangsa—Indonesia dan Korea Selatan—dalam semangat pendidikan, teknologi, dan persahabatan. Secara tidak langsung, kami dipersatukan dalam satu visi: menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik.
Terima kasih Ya Allah.
Terima kasih Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Terima kasih GIEI Korea Selatan.
Terima kasih seluruh sekolah dan pihak yang mendukung.
Terima kasih seluruh delegasi hebat dari seluruh Indonesia.
Terutama terima kasih untuk SMAMDA Sidoarjo yang selalu memberi dukungan dan doa.
Sampai jumpa di langkah pengabdian berikutnya.
Kamsahamnidaaaa… 

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo