Detail Berita

  • Siti Agustin
  • 14 September 2021

SMAMDA DALAM WEBINAR LITERASI DIGITAL SURABAYA JATIM 2021

Wigatiningsih, M.Pd. – Kepala SMAMDA Sidoarjo – berkesempatan menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital Surabaya Jawa Timur 2021 yang bertema “ WFH dan SFH dengan Literasi Digital, Sabtu (11/9/2021). Bersama pembicara lainnya, Wigati memaparkan materi “ Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”.

             Materi yang disampaikan pembicara lainnya juga saling berkaitan dengan program “Indonesia Makin Cakap Digital” ini. Berikut nama pembicara dan judul materinya: Fajar Anas (Wakil Dekan Unusa) dengan “Tips dan Trik Menggunakan Media Digital untuk Belajar dan Bekerja”; Soni Mongan (Content Creator Hesec Entertainment) dengan “Digital Ethicks: Bijak Beretika di Internet”; Andi Ardian ( Program Manager ECPAT Indonesia) dengan “Keamanan Digital: Memahami Pentingnya Menjaga Keamanan di Ruang Digital”. Webinar ini juga menampilkan key opinion leader , Anindito Wisnu Sampurno ( Art Director At Usee TV – Telkom And Freelance Illustrator) dan dimoderatori Patricia Oxanna (mahasiswa ITB).

             Materi yang dipaparkan Wigati bertajuk Budaya Digital yang menyorot masalah kecanduan digital pada anak. Sebagai pembuka, Wigati menjelaskan tentang pengertian era digital dan dampak positif – negatif darinya. Era digital merupakan masa ketika informasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital. Tak bisa dipungkiri, dampaknya pun bisa dirasakan nyata. Dampak positifnya, informasi yang dibutuhkan lebih cepat dan lebih mudah orang-orang mengaksesnya. Tanpa membuang energi yang besar, tidak butuh waktu lama, dan di tempat mana pun,  orang akan memperoleh informasi yang dibutuhkannya. Selain itu dengan tumbuhnya inovasi pada teknologi digital akan memudahkan penggunanya dalam pekerjaannya atau kegiatannya. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan orang-orang sebagai fasilitas bekerja atau belajarnya. Seperti saat ini, tak perlu pergi ke toko, orang bisa belanja kebutuhan hidupnya. Atau misal dalam pembelajaran secara virtual, guru dan siswa dapat menggunakan aplikasi zoom meeting atau google classroom.

             Tidak hanya itu, dampak negatif juga perlu diperhatikan, terutama pada anak-anak usia sekolah. Misalnya penggunaan gadget, anak sering menahan rasa haus, lapar, BAK-BAB (buang air kecil – buang air besar). Tentunya hal tersebut dapat menyebabkan pencernaannya terganggu. Gangguan lainnya pun dapat terjadi pada organ penglihatan, rasa sosial , mental, dan akhirnya terjadi kecanduan.

             Tentang masalah kecanduan gadget, dari berbagai sumber, Wigati menjelaskan bahwa anak dapat mengalami masalah psikologis. Seperti interaksi sosialnya terhambat, merasa kesepian tanpa gadget, mudah marah, mudah panik bila tertinggal informasi terkini dari gadget, sehingga cenderung stress karena ternyata teman-teman sebayanya telah mendahuluinya.

             Agar anak-anak tidak mengalami kecanduan, orang tua perlu melakukan kiat-kiat mengatasinya. Awali dengan membuat jadwal kegiatan sehari-hari yang dilakukan dalam rutinitas. Orang tua dan anak dapat membuat kesepakatan bersama. Selanjutnya, orang tua memberikan kepercayaan kepada anak-anak untuk melakukannya. Anak-anak juga perlu disiapkan tempat yang terbaik yang nantinya akan mendukungnya. Yang terakhir, orang tua juga dapat memberikan tugas harian di rumah. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi waktu anak Bersama gadgetnya.

                Dari paparan sebelumnya tersebut, maka peran orang tua sangatlah penting untuk mendampingi anak-anak di era digital ini. Orang tua perlu memahami psikologi anak yang manfaatnya: membentuk dasar kepribadian dan karakter anak; menumbuhkan kreativitas dan imajinasi anak; mengajarkan disiplin dan mengikuti aturan; membiasakan kegiatan terstruktur; mengajarkan cara menyelesaikan masalah dan kesulitan belajar; dan meningkatkan prestasi dan motivasi belajar (download materi power point disini).