Detail Literasi

  • Wigatiningsih, M.Pd.
  • 24 Maret 2021

EVALUASI HASIL BELAJAR BERBASIS KOMPUTER DAN SMARTPHONE

Penyebaran COVID -19 memberi dampak negatif maupun positif bagi dunia pendidikan. Tidak terkecuali di negeri kita, Indonesia. Salah satu dampak yang dirasakan di dunia pendidikan adalah ditiadakannya Ujian Nasional. Hal ini sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia, Nomor 1 tahun 2021, yang salah satu isi suratnya adalah menghapus Ujian Nasional dan USBN.

Dinas pendidikan provinsi Jawa Timur, menangkap Surat Edaran  tersebut sebagai peluang. Yakni peluang  untuk tetap memberikan layanan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Tingkat pendidikan yang dimaksud adalah untuk jenjang SMA, baik negeri maupun swasta. Program yang diselenggarakan adalah Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Komputer dan Smartphone (EHB-BKS). Peserta EHB-BKS adalah siswa SMA kelas XII sebagai bentuk evaluasi saat kelas X, XI kondisi normal dan kelas XII kondisi belajar era pandemi COVID-19.

Program ini bertujuan beberapa hal, diantaranya untuk membuat pemetaan mutu pendidikan jenjang SMA di Jawa Timur, baik di tingkat sekolah, kabupaten/kota, maupun provinsi. Selain itu juga menyiapkan siswa kelas XII mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer  (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi negeri. EHB-BKS juga mengenalkan siswa pada  moda soal Asesmen Kompetensi Minimal (AKM).

SMAMDA Sidoarjo sebagai bagian dari sasaran itu, mengikuti sesuai pedoman teknis yang sudah diatur oleh dinas Provinsi Jawa Timur. Secara serempak mengikuti kegiatan itu selama enam hari , pada 22 -29 Maret 2021. Ada siswa yang mengikuti EHB-BKS dari sekolah ada juga yang mengikuti dari rumah. Sekolah sudah memberi fasilitas kepada peserta dengan dua moda itu, yakni jaringan intranet dan internet yang memadai. Setiap hari tersedia tiga sesi dan masing-masing siswa mengikuti satu mapel evaluasi setiap harinya.

Ada yang baru dalam pelaksanaan evaluasi ini, yaitu bentuk soal dan jenis mata pelajaran yang diujikan. Soal yang diujikan tidak hanya satu macam bentuknya tetapi ada empat, yakni pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, dan isian jawaban singkat. Tentu ini menjadi variasi baru yang alami siswa, karena biasanya hanya menjawab soal pilihan ganda saja. Jenis mata pelajaran juga ada yang baru, selain mata pelajaran wajib A, ada juga mata pelajaran wajib B yang digabung. Mata pelajaran wajib A yaitu, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Sedangkan mata pelajaran wajib B yang gabungan adalah MIPA Terpadu yang terdiri dari mapel Matematika peminatan, Biologi, Kimia, dan Fisika untuk peminatan MIPA. IPS Terpadu yang terdiri dari Sejarah Indonesia, sejarah peminatan, Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi untuk peminatan IPS. Bahasa Terpadu yang terdiri dari Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Asing (Jepang), dan Antropologi, untuk peminatan IBB.

Setiap mata pelajaran dikerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Semua mata pelajaran yang diujikan tersebut  masing-masing tersedia waktu 120 menit. Hal ini juga untuk mapel gabungan. Untuk kelancaran siswa mengerjakan soal, setiap ruang evaluasi didampingi oleh seorang  pengawas dan teknisi.

Semoga EHB BKS ini berjalan lancar sesuai pedoman teknis dan kondisi di sekolah masing-masing. Sekolah dan siswa mendapat manfaat yang maksimal. Dinas pendidikan dapat mewujudkan tujuan yang dimaksud dilaksanakannya EHB BKS ini. Aamiin.

. (WN)