Petunjuk Login

1. Isikan username dengan benar

Username untuk guru dan karyawan adalah nomer urut karyawan, sedangkan untuk siswa dan alumni adalah dengan nis siswa

2. Isikan Password dengan benar

Password untuk guru, karyawan , siswa dan alumni untuk pertama kali login adalah tahun, bulan dan tanggal lahir contoh : 19880130

Untuk login selanjutnya, lakukan pengubahan password demi keamanan akun Anda

Terima kasih

Login Anggota

Artikel Guru


MENELADANI SEMANGAT IBU “KARTINI”

Diposting pada : 2017-04-18 | 15:30:55
Oleh : Wigatiningsih, M.Pd | Email : wigati.ningsih85@gmail.com | Dibaca sebanyak : 77 kali

MENELADANI SEMANGAT IBU “KARTINI”

Oleh Wigatiningsih

 

 

Pernah saya mendengar kalimat dari seorang lelaki yang secara gamblang sangat mengagumi sosok wanita yang lebih tepatnya seorang ibu atau lebih spesifik seorang istri. Lelaki itu menyatakan dengan kagum “Dia bangun sebelum matahari terbit dan tidur setelah mata suami terbenam”.

Kalimat itu, kalau kita mau mengakui, benar adanya ketika kita buktikan di lingkungan rumah kita sendiri. Betapa ibu kita sudah mengeluarkan keringat di pagi dini hari saat anak-anaknya masih terlelap demi menyiapkan menu pagi saat anak-anaknya bangun dari tidurnya. Beliau kemudian melanjutkan kegiatan lain yang mungkin sudah direncanakan sebelum berangkat tidur.

Sungguh luar biasa semangat dan perjuangan seorang wanita, walaupun di sisi lain banyak yang menganggap wanita dengan sebelah mata. Ketika dia harus menjadi ibu rumah tangga, dia harus sepenuhnya berjuang dan bertindak selayaknya ibu rumah tangga. Saat  menjadi wanita karier dia juga harus tetap menjadi ibu rumah tangga yang harus sepenuhnya berjuang dan bertindak selayaknya ibu rumah tangga.

Untuk menjadi seorang ibu, wanita harus tetap pandai. Mungkin berbeda dengan zaman dahulu. Wanita tidak usah sekolah sampai tinggi toh akhirnya pekerjaannya di dapur juga. Kalimat itu sudah tidak lagi dipakai oleh kebanyakan orang. Wanita sekarang, walaupun akhirnya menjatuhkan pilihan  menjadi ibu rumah tangga, pendidikan menjadi modal yang amat penting. Pendidikan yang dimaksud adalah formal dan nonformal. Bagaimana ibu bisa mengajarkan akhlak jika dia tidak memahami dan memberi contohnya. Bagaimana kita bisa menyiapkan masakan yang enak untuk keluarga kalau tidak punya ilmu memasak. Bagaimana kita bisa mengelola keuangan keluarga kalau kita tidak punya ilmu menghitung. Bagaimana kita bisa mengatur rumah kalau tidak paham caranya. Bagaimana kita bisa mengawasi anak-anak kita berhadapan dengan layar komputer yang sedang berinternet ria, kalau kita tidak kenal dengan media sosial yang sangat memengaruhi perubahan dunia ini.

Belum lagi berbicara tentang wanita karier. Wanita karier pada hakikatnya seorang ibu juga. Ketika dia berada di luar rumah dia boleh disebut wanita karier karena harus melaksanakan pekerjaan keseharian secara profesional sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Tetapi, manakala wanita itu kembali ke keluarga masing-masing, wanita karier tidak disebut lagi. Dia sudah kembali kepada jati dirinya sebagai seorang ibu untuk anak-anaknya. Mengerjakan pekerjaan rumah sebagaimana yang dikerjakan oleh ibu-ibu yang lain. Dia harus mendampingi anak-anaknya belajar, memasak, dan seterusnya.

Kita mengenal nama seorang wanita yang menjadi legenda dan pahlawan negeri ini dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Dia adalah Kartini. Pada masa itu, masa yang jauh dari peradaban zaman ini sudah memperjuangkan diri dan kaumnya supaya setiap wanita menjadi seorang yang pandai, tangguh, sejajar dengan lelaki dalam hal  dan batas yang wajar sebagai kholifah di muka bumi.

Kita juga banyak mengenal pahlawan perempuan, tokoh dunia perempuan, yang semua itu patut kita jadikan tokoh inspirasi karena pemikiran-pemikirannya yang mampu memberi perubahan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat di samping sebagai ibu rumah tangga dan ibu bagi anak-anaknya.

Semoga kita sebagai kaum wanita, bisa mengambil teladan dari banyak  wanita yang inspiratitif sehingga bisa melahirkan generasi penerus agama, penerus bangsa dan negara yang tangguh dan membawa manfaat bagi banyak pihak. Aamiin.

Komentar Artikel



Nama
Email
Website
Komentar
Masukkan Kode Verifikasi
 



 

Hubungi Kami :

SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, 61215
Jl. Mojopahit 666 B Telp. (031) 8921591, Fax (031) 8957099
Email : smam2.sda@gmail.com
Developed by ICT-team of SMA MUhammadiyah 2 Sidoarjo, Desember 2011

Layanan Konsultasi Website :

klik disini
Layanan Online Yahoo Messenger :