Detail Berita

  • admin
  • 03 Mei 2021

Siswa diajak Mandi Junub dan Merawat Jenazah

 Pada tahun ini mengambil tema “Dengan Baitul Arqam Kita Wujudkan Kader Islam yang Berkemajuan”,  berlangsung selama 6 hari, mulai  19-24 April 2021. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Baitul Arqam dilaksanakan dengan sistem blanded learning. Hari pertama dilakukan dengan cara daring, dan berlanjut dengan cara offline di hari kedua. Latar belakangnya tak lain adalah untuk menjaga protokol kesehatan, yaitu membatasi jumlah siswa pada setiap kelas, social distancing, menggunakan handsanitizer, memakai masker, dan mengecek suhu tubuh.

          Penyajian materi Baitul Arqam dilakukan di hari pertama secara daring. “ Materinya ini  murni tentang dakwah  yang terkait dengan penanaman nilai aqidah, ibadah, akhlak,  dan pemahaman tetang bermuhammadiyah yang benar,” ungkap Waka Ismuba, Pak Hasanuddin. Ada pun di hari kedua, siswa hadir di sekolah untuk langsung praktik dari salah satu materi yang disampaikan sebelumnya melalui zoom.

          “ Di hari kedua, siswa kelas X diajari mandi junub yang benar. Agar tidak salah dalam memahami teorinya, siswa langsung praktik. Anak-anak langsung praktik mandi junub di kamar mandi dengan pendampingan instruktur. Mereka berpakaian ‘basahan’(dipakai saat praktik mandi junub), benar-benar mandi sesuai kaifiyatnya,” sambung Pak Hasanuddin untuk memaparkan kegiatan praktik tersebut.  

          Demikian pula dengan siswa-siswa kelas XI. Di hari pertama, anak-anak mengikutinya secara daring. Materi yang disampaikan instruktur, sama dengan siswa kelas X, yaitu lingkup aqidah, ibadah, akhlak, dan Muhammadiyah. Barulah pada hari kedua, anak-anak langsung praktik merawat jenazah. Mereka benar-benar bertindak sebagai perawat jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, dan menyolatkannya. Satu siswa dipilih untuk menjadi jenazah, dan teman-teman kelompoknya melakukan perawatan jenazah sesuai dengan kaifiyatnya.