Detail Berita

  • admin
  • 03 Mei 2021

Baitul Arqam Guru Karyawan : Teguhkan Diri menjadi Kader

Setelah tahun lalu ditiadakan, agenda Baitul Arqom guru dan karyawan SMAMDA Sidoarjo tahun ini dilakukan secara tatap muka di Aula AR. Fachruddin dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mengangkat tema "Wahana Muhasabah untuk Meraih Kualitas Kader yang Bermartabat", diharapkan guru dan karyawan  mampu bermuhasabah, yakni berfikir secara jernih mengevaluasi hal baik maupun hal buruk yang terlah dilakukan di masa lampau, baik pada hubungan secara horizontal maupun vertikal, serta berniat menjadi lebih baik demi mendapatkan ridho Allah. (26/04/2021)

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala SMAMDA ini, menghadirkan tiga narasumber yang luar biasa. Ibu Arbaiyah Yusuf dari Dikdasmen PWM Jawa Timur sebagai pemateri pertama memberikan arahan dan pembinaan mengenai nilai-nilai kepribadian yang harus dimiliki oleh guru dan karyawan di Muhammadiyah.

Materi kedua dilanjutkan dengan membahas amaliyah Rasulullah seputar Ramadhan yang disampaikan oleh Bapak Zainudin M.Z. Beliau menjelaskan, Ramadan adalah momen pembakaran habis-habisan. Manusia diibaratkan seperti sebuah besi yang semakin bertambah hari justru semakin kotor dan berkarat, "Mudah-mudahan besi ini setelah dibakar habis-habisan, pada akhirnya akan kembali pada fitrah kesucian," tutur Ustadz yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia ini.

Profesor Achmad Jainuri menjadi pemateri terakhir, mengulas tentang “Optimalisasi AUM untuk Kesuksesan Dakwah Muhammadiyah”. Di awal materi, Prof. Jainuri mengungkapkan," Muhammadiyah adalah lembaga yang tidak ada duanya di dunia, karena memiliki amal usaha yang sangat banyak dan tidak dimiliki lembaga lain," ungkapnya. Lebih jauh lagi, semakin banyaknya AUM sudah seharusnya menjadi tempat penanaman moral dan dakwah agama, selaras dengan tujuan Muhammadiyah yang berlandas Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.

Di akhir sesi kedua, peserta Baitul Arqam, guru dan karyawan menggelar salat ghaib untuk korban tenggelamnya kapal selam Nanggala 402. Sesuai dengan himbauan ketua PP Muhammadiyah, Prof. Haidar Nashir, untuk melakukan salat ghaib bagi korban tenggelamnya kapal selam Nanggala 402  sebagai bentuk kepedulian dan belasungkawa.

Tepat pukul 17.15 wib, acara Baitul Arqom Gukar berakhir. Kepala SMAMDA pun menutupnya dengan doa kafaratul majlis. Harapan bersama,  guru dan karyawan dapat meneguhkan diri menjadi kader AUM dan persyarikatan yang bermartabat. Acara ramah tamah sebagai penutup Baitul Arqam Gukar adalah buka bersama dengan menu lokal tambak-an Sidoarjo