Detail Berita

  • admin
  • 31 Maret 2021

SMA Muhammadiyah Alas Sumbawa goes to SMAMDA Sidoarjo

SMAMDA Sidoarjo menerima kunjungan dari SMA Muhammadiyah Alas Sumbawa (Smamulas) Provinsi Nusa Tenggara Barat pada hari Rabu (25/03).  Kepala Sekolah- Pak Budi Supriyadi- Bersama operator dapodiknya, Rian, melakukan studi banding ke SMAMDA dan beberapa sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur, yaitu SMAMDA Surabaya, SMAMIO dan SMAMSATU Gresik.

Perjamuan untuk menyambut Budi dan Rian dilakukan oleh Kepala SMAMDA dan para wakanya di suatu tempat. Perbincangan hangat pun berlangsung, saling mengenal dan sharing cerita tentang SMAMULAS oleh Budi.

Kamis (25/3), acara ceremony penyambutan dilakukan sekolah untuk SMAMULAS. Dalam sambutannya, Budi mengungkapkan,"SMAMDA Sidoarjo adalah sekolah terbaik yang muncul kali pertama, ketika saya mencari di google, dan akhirnya membulatkan tekad saya untuk belajar dan menimba ilmu ke SMAMDA," ungkap Budi Supriyadi yang ternyata adalah teman juri nasional Tapak Suci kasek SMAMDA, Wigatiningsih, M.Pd. Beliau menambahkan bahwa ada harapan besar dalam mengembangkan sekolahnya di Sumbawa. Budi menginginkan SMAMDA Sidoarjo bisa terus mendampingi SMAMULAS agar menjadi sekolah   terbaik.

Menyambung ungkapan Budi, Wigatingsih selaku Kepala Sekolah SMAMDA Sidoarjo sangat terbuka dan merasa senang dengan kunjungan ini. Selain bisa menjalin silaturahmi dengan keluarga Muhammadiyah yang ada di Sumbawa, namun juga bisa membagi ilmu dengan mereka. Perubahan dan inovasi sangat perlu dilakukan di era saat ini. Beliau menyatakan bahwa salah satu faktor penting dalam melakukan sebuah inovasi adalah ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi. Amati apa yang bisa dipelajari dari sekolah-sekolah hebat yang ada, lalu Tiru apa yang bisa diterapkan di sekolah asal serta melakukan modifikasi dengan menyesuaikan kondisi yang ada di lapangan. Beliau memberikan motivasi dan semangat kepada bapak Budi untuk bisa selalu berusaha memberikan yang terbaik serta memberikan pemahaman bahwa sekolah Muhammadiyah harus bisa menjadi pembeda dengan sekolah yang lain. Sebagai salah satu The Outstanding School di Jawa Timur, merupakan kewajiban dan  komitmen SMAMDA Sidoarjo untuk selalu bisa memberikan pendampingan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah pada khususnya maupun sekolah lain pada umumnya.

Acara pun berlanjut dengan sharing yang cukup lama. Budi pun mendapatkan beberapa masukan tentang pengembangan sekolah yang dipimpinnya. Mulai dari membuat branding sekolah, menciptakan SMA ‘rasa’ SMK, dan sebagainya.

Tidak berhenti di SMAMDA Sidoarjo saja, tapi Budi pun meneruskan perjalanan ATM ke SMAMDA Surabaya. Jumat (26/3), pimpinan sekolah berangkat ke SMAMDA Surabaya untuk mendampingi Budi dan Rian atas nama SMAMULAS. Kegiatan serupa yang dipimpin oleh Astajab, M.Pd., Kepala Sekolah, yang didampingi para wakil kepala sekolah bidang humas, ismuba, kurikulum, dan kesiswaan, memberikan paparan tentang perkembangan sekolahnya. Sekolah Muhammadiyah ini pun bersedia mendampingi Budi untuk mengembangkan SMAMULAS.

Perjalanan ATM masih belum usai. Sabtu (27/3), rombongan SMAMDA berangkat ke SMAMIO dan SMAMSATU Gresik. Kegiatan di dua sekolah tersebut juga sama, yaitu memberikan paparan tentang sekolah masing-masing dan sharing atas masalah-masalah yang ada di SMAMULAS. Kedua sekolah ini pun terbuka untuk membantu pengembangan SMAMULAS.

Selesai dari Gresik, Budi pun undur diri hendak menyiapkan perjalanan pulang Kembali. Pelepasan dari Kepala SMAMDA pun dilakukan dengan menyerahkan cinderamata kepada Budi Priyanto, Kepala SMAMULAS. Harapan dari SMAMDA Sidoarjo dan SMAMULAS adalah terjalin silaturahmi dengan saling memberikan ilmu serta pendampingan kepada sekolah Muhammadiyah di Indonesia, agar dapat maju bersama membangun pendidikan bangsa ke arah yang lebih baik.

Penulis : Pratiwi Syamsugiyarni, S. Pd