Detail Berita

  • Wigatiningsih, M.Pd
  • 12 September 2020

SMAMDA SIDOARJO MENAMBAH MUSYRIF BARU PROGRAM ASRAMA

Dalam rangka memperbaiki  pelaksanaan dan pengembangan program siswa berasrama, SMAMDA Sidoarjo berkomitmen untuk selalu mengevaluasi  pelaksanaan program kerja dan kinerja pendamping siswa berasrama. Istilah pendamping siswa berasrama  yang digunakan oleh SMAMDA adalah Musyrif untuk laki-laki dan musyrifah untuk perempuan. Hal ini dilakukan karena salah satu penyebab siswa kerasan berasrama adalah keberadaan musyrif dan musyrifah yang mumpuni; memiliki kapasitas baik keilmuan dan kecakapan sebagai Musyrif/Musyrifah.

Seiring berjalannya waktu, atas izin Allah SWT. asrama SMAMDA Sidoarjo yang diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. DR. Haedar Nashir, M.Si. sudah berjalan di tahun ke empat. Tahun pertama diminati oleh 5 siswa. Setiap tahun mengalami kenaikan jumlah siswa. Namun tahun ke tiga mulai menata diri dengan menerima 24 siswa baru di peminatan yang sama yaitu MIPA. Tahun ajaran ini jumlah peminat asrama semakin naik.

Di tahun ajaran baru ini  (2020/2021) peminat berasrama di  SMAMDA mengalami peningkatan dari sisi jumlah dan kelas peminatan. Kalau tahun ajaran kemarin, SMAMDA menerima satu kelas berasrama dengan peminatan MIPA, tapi tahun ini jumlah peminat bertambah, selain satu kelas MIPA ada juga satu kelas IPS di kelas X berasrama.

Dengan bertambahnya jumlah siswa dan jumlah peminatan, SMAMDA menambah dan melengkapi struktur personalia asrama. Semua dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan  dan pembinaan siswa berasrama. Musyrif dan musyrifah tidak hanya mendampingi dan membina siswa belajar di asrama namun juga sebagai orang tua ke dua ,setelah orang tua kandung,  yang setiap hari menemani di asrama. Maka diharapkan musyrif itu selain memberi ilmu di asrama, juga bisa menjadi guru, teman, kakak, dan sekaligus orang tua. Maka dalam hal ini managemen Smamda meng-Upgrade mereka dengan berbagai peningkatan baik dalam wawasan ke Islaman dan keMuhammadiyahan serta kebahasaan (Arab dan Inggris) dan methodology Tahfidznya.

Di awal tahun ajaran baru tepatnya 11 Juli 2020, dilakukan penandatanganan  MoU antara kepala sekolah dengan musyrifah Faniyatul Mazaya. Dia menjadi  teman baru bagi musyrifah yang lebih senior yaitu Ustadzah Himmatul Ulum dan ustadzah Farisah Ashfahani.  Sedangkan pada  09 September 2020 dilakukan  MoU kembali antara kepala SMAMDA dengan musyrif Irfan Muhammad Firmansyah. Lajang kelahiran Semarang ini, lulusan Pondok Modern Gontor  Jawa Timur. Pria ini menggantikan musyrif sebelumnya yang sudah habis masa kerjasamanya. Adanya pergantian ataupun penambahan Musyrif/Musyrifah melalui penilaian kinerja mereka dalam mensuport dan mensukseskan program-program yang ada di Smamda Boarding ini. Selain musyrif dan musyrifah, asrama siswa SMAMDA ini dikoordinatori oleh seorang Mudir yakni Ustad Ali Murtadho.