Detail Berita

  • admin
  • 15 Februari 2019

Ratusan Siswa Smamda Usung Moral’s day, Tolak Valentine Day

Ada pemandangan berbeda di halaman SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda). ratusan siswa yang terdiri dari kelas X dan XI berkumpul untuk melakukan long march dan orasi bertajuk tolak valentine day. Acara yang di motori oleh IPM dan Smamda Holic ini memang menyita perhatian warga sekolah. Bagaimana tidak, sejak pagi hari sudah ada aksi tanda tangan menolak perayaan Hari Valentine, Selasa(14/2). Mereka tanda tangan di atas kain putih yang dipasang di koridor sekolah. Sejumlah spanduk dan poster juga tampak menghiasi aksi ini.

Ketua IPM Smamda, Fadli Proyono menuturkan keinginanya untuk menghilangkan pandangan di kalangan remaja tentang tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang. “kami sebagai pelajar islam menolak adanya valentine day. Maka stigma itu ingin kami ganti sebagai moral’s day,” katanya.

“Moral’s day ini kami unsung sebagai antitesis dari valentine day. Kita mengusung moral’s day sebagai bentuk keprihatinan kepada para remaja yang mengisi waktunya dengan hal-hal negatif. Di hari valentine misalnya banyak sebagaian kalangan remaja memanfaatkan untuk berfoya-foya dan berpesta. Perayaan semacam ini menggiring generasi muda pada kemaksiatan,” jelas Fadli.

Lebih jauh, siswa yang hoby membaca buku mengaku pihaknya kami sudah membahas valentine day dalam forum-forum diskusi internal maupun eksternal. Tidak hanya itu, dalam tulisan-tulisan artikel juga belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine;” imbuhnya.

Siswa kelas XI MIPA 6 ini juga menyoroti banyaknya versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. “Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus, seorang uskup yang kemudian dieksekusi mati. Uskup ini melanggar perintah Raja Romawi waktu itu dengan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Namun yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme, disana ada sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala,” ungkap siswa berkacamata ini.

Perlu diketahui, selain aksi long march dan orasi, para peserta aksi, menuju lapangan untuk mengatur barisan konfigurasi membentuk tulisan "moral day 2k19”. “untuk menarik perhatian warga sekolah dan masyarakat, kami membentuk formasi konfigurasi, ini sebagai aksi kreatifitas kami,” pungkas Fadli. (Hanafi)