Detail Berita

  • Yudi Prianto
  • 25 Oktober 2018

Prototipe Brankar Ambulans Karya Siswa Smamda Juara di Ghuangzhou China

Prestasi membanggakan diukir siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, diajang apicta 2018 yang digelar di Guangzhou, China bulan oktober ini.
 

Karya mereka berupa prototipe brankar atau tempat tidur pasien di mobil ambulans, meraih juara 2 di ajang internasional yang diikuti peserta dari 16 negara se asia pasifik tersebut.

Prototipe tersebut dinamai anedizer, singkatan dariambulance bed stabilizer. Maksudnya adalah brankar yang sudah dirancang sedemikian rupa agar tetap stabil, meskipun mobil ambulans melaju kencang atau melewati jalan yang berlubang.

Faza Ghulam Ahmad, anggota tim rekto Smamda, mengatakan, ide membuat prototipe ini memang muncul, karena melihat mobil ambulans yang biasa melaju kencang. 

Anedizer ini dibuat dari pipa stenlis, yang dilengkapi sensor imu (inertial measurement unit), arduino dan dynamixel, dengan biaya kurang dari Ep 1 juta. 

"Perangkat itu kemudian dihubungkan dengan sebuah laptop, yang berfungsi untuk mengoperasikan dan membaca data," jelas Faza Ghulam Ahmad.

Pembuat karya anedizer ini, 5 siswa Smamda, yaitu Faza Ghulam Ahmad, Muhammad Syarif Rafi, Muhammad Fadhel Finanda, Khanza Aulia dan Defriska Naura. 

Diharapkan melalui alat ini, dengan kondisi jalan di Indonesia yang relatif masih banyak yang rusak. Kondisi pasien saat berada di brankar tetap akan stabil saat ambulans melaju dengan kecepatan kencang menuju rumah sakit.

Sementara pihak sekolah siap mendukung karya anak didiknya ini dan memfasilitasi, apabila akan diwujudkan menjadi brankar ambulans yang sesungguhnya. (yos)

Sumber : http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=71692