Detail Berita

  • admin
  • 21 Desember 2017

Roda Disabilitas Ciptaan Siswa Sidoarjo Raih Juara 2 Kompetisi di Bangladesh

SIDOARJO: Siswa SMA Muhammadiyah II Sidoarjo berhasil membuat kursi roda khusus penderita disabilitas berbasis Android and Orientation Sensor Transportation (Ansont).



Bahkan, para siswa berhasil menggaet Merit Award (2nd winner) dalam 17th APICTA Award 2017 (Asia Pasific ICT Alliance) di Dhaka, Bangladesh.

Mereka adalah Faza Ghulam Achmad, Rangga Rajasa, Muhammad Fadly Fernanda dan Muhammad Thoriq Tirafi. Mereka berasal dari kelas XI IPA SMA Muhammadiyah II Sidoarjo. Menurut Faza Ghulam Achmad, pembuatan kursi disabilitas ini adalah bentuk penyempurnaan setelah pembuatan edisi pertama dan kedua.

"Yang pertama dan kedua, dimensinya masih besar. Tergolong berat juga. Kursi yang digunakan pun belum maksimal. Bahkan kerangkanya juga belum optimal," kata Faza, Rabu, 13 Desember 2017.

Sedangkan versi ketiga ini dikatakan lebih ringan dan lebih cepat. Kursi bisa naik turun dan program kontrolnya bisa diperbarui lagi. Kursi roda berkecepatan 14 km/jam itu menggunakan sensor yang bisa digerakkan untuk menjalankan kursi roda tersebut.

"Pakai sensor Android. Jadi kita tinggal gerakkan saja Android ke kanan atau ke kiri. Bisa juga dihadapkan kedepan untuk jalan lurus," jelas Faza.

Menurutnya, alasan untuk pembuatan kursi roda untuk kalangan disabilitas ini tak lain harga alat kesehatan (kursi roda) yang tergolong mahal. Dirinya bersama teman-teman berinisiatif membuat kursi roda dengan harga murah dan punya cara berbeda.

Barang-barang ini kita beli di Surabaya. Harganya pun enggak seberapa mahal. Apalagi, sudah banyak orang yang menggunakan Android," tegasnya.

Wakil Kepala Kesiswaan SMAMDA Sidoarjo, Yudi Prianto mengungkapkan kebanggaanya pada siswa yang berhasil meraih prestasi internasional pada 7-10 Desember lalu di Bangladesh. Pihak sekolah sangat mendukung apa yang dilakukan siswa-siswi untuk mengembangkan kreativitas nya.

"Kami sangat mendukung untuk mengembangkan kreativitas anak. Sehingga kedepannya akan mengalami perubahan yang positif," kata Yudi.

Ke depan, hasil karya siswa tersebut bakal didaftarkan dan di patenkan di HAKI sehingga. Jika saat ini masih menggunakan sistem Android, berikutnya akan diperbarui lagi dengan sensor suara.

(MMI)